Surabaya (beritajatim.com) – Tinggal beberapa hari lagi menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa telah memulai persiapan menyambut perayaan ini dengan penuh antusiasme. Tradisi khas Imlek, yang sering kali melibatkan aksesoris dan dekorasi khas, menjadi sorotan dalam rangka menyambut Tahun Baru Cina 2024.
Dalam menyambut Imlek, masyarakat Tionghoa mempersiapkan berbagai hal dengan cermat. Persiapan ini tidak hanya terbatas pada aspek dekoratif, tetapi juga melibatkan serangkaian tradisi khas yang diwarisi dari generasi ke generasi.
Menyambut perayaan Imlek, masyarakat keturunan Tionghoa memegang beberapa tradisi dengan erat. Dikutip dari laman Huffpost, berikut adalah beberapa langkah yang biasa dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa untuk merayakan Imlek dengan penuh makna dan kegembiraan.
1. Baju Baru dan Sepatu Baru
Masyarakat Tionghoa merayakan Imlek dengan semangat baru, di mana membeli baju dan sepatu baru menjadi tradisi utama. Pilihan baju seringkali mengedepankan warna merah, yang dianggap sebagai lambang keberuntungan dalam perayaan Imlek.
2. Hiasan Rumah Warna Cerah
Selain membersihkan rumah, masyarakat juga mendekorasi rumah dengan warna cerah. Penggunaan warna merah dan emas dalam dekorasi dianggap membawa keberuntungan, menciptakan atmosfer yang penuh harapan dan kegembiraan.
3. Cukur Rambut Sebagai Simbol Rapi
Mencukur rambut sebelum Imlek dianggap sebagai tindakan yang baik karena menciptakan penampilan yang rapi dan teratur, menandakan kesiapan menyambut perayaan. Setelah Imlek, masyarakat meyakini tidak mencukur rambut untuk mempertahankan kemakmuran yang didapat selama perayaan.
4. Mengumpulkan Paket Merah
Bagi mereka yang sudah menikah atau memiliki posisi kepemimpinan, menimbun uang kertas dalam paket merah, juga dikenal sebagai “lai see,” dan bersujud di depannya menjadi tradisi penting. Ini merupakan ungkapan syukur dan kedermawanan. Isi paket merah kemudian dapat dibagikan kepada orang-orang terdekat.
5. Berkumpul Bersama Keluarga
Sama halnya dengan perayaan keagamaan lainnya, perayaan Imlek selalu diisi dengan kebersamaan keluarga. Berkumpul bersama menjadi momen penting, di mana masyarakat Tionghoa melakukan persembahan di kuil kepada para Dewa dan leluhur, menciptakan ikatan keluarga yang erat.
6. Memperbanyak Makanan
Masyarakat meyakini bahwa makanan berlimpah pada Imlek membawa keberuntungan. Beberapa makanan khusus dianggap membawa keberuntungan, seperti ikan, ayam, pangsit, babi panggang, dan lainnya, yang dipilih dengan penuh makna simbolis untuk membawa rejeki dan kebahagiaan.
Dengan penuh semangat dan tradisi yang kental, masyarakat Tionghoa siap menyambut Tahun Baru Cina dengan harapan dan kegembiraan yang melimpah. [mnd/aje]






