Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menelusuri dugaan ketidaknetralan penyelenggara pemilu yang dipersoalkan Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
TKN Prabowo-Gibran mempersoalkan oknum penyelenggara pemilu yang berpose jari ‘metal’ (menunjukkan tiga jari). Pose ini beredar di media sosial dalam bentuk cuplikan video singkat yang diambil saat acara Rapat Koordinasi dan Training of Trainer (ToT) Petugas Pemilih Kecamatan (PPK) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Jember di Hotel Cempaka, Senin (22/1/2024).
“Kami sudah menyepakati hari ini bahwa informasi yang sudah menyebar di grup media sosial, baik berupa video maupun berita, akan ditelusuri. Kami juga sudah menentukan tim yang menelusuri dan keterangan apa saja yang harus dilengkapi,” kata Devi Aulia Rahim, komisioner Bawaslu Jember, Senin (29/1/2024).
Penelusuran itu akan dilaksanakan selama tiga hari. “Selanjutnya dari hasil penelusuran itu akan kami plenokan lagi, apakah menjadi temuan atau tidak,” kata Devi.
Sementara itu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember juga segera mengklarifikasi oknum penyelenggara pemilu yang viral di media sosial itu. “Sampai detik ini kami belum menerima laporan dari Bawaslu. Selanjutnya, yang pasti kami sudah mengamati video tersebut. Dan secepatnya kami akan lakukan proses klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” kata Andi Wasis, Komisioner KPU Jember.
“Setelah kami cermati, di video tersebut, memang ada pose tidak hanya tiga jari. Ada yang dua jari, yang satu jari juga ada. Nanti akan kami klarifikasi ke yang bersangkutan,” kata Wasis.
KPU Jember berpesan kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu untuk menjaga kondusivitas. “Pemungutan dan penghitungan suara tinggal 16 hari lagi, tepatnya pada 14 Februari 2024,” kata Wasis. [wir]






