Malang (beritajatim.com) – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H. Yaqut Cholil Qoumas resmikan Ma’had dan Islamic Tutorial Center (ITC) yang berlokasi di Kampus III UIN Malang. Area Ma’had ini memiliki luas sebesar 4,2 Hektar dari total luasan yang akan dibangun sebesar 54.000 meter atau 5,4 Hektar.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Zainuddin, MA., menjelaskan bahwa sistem pendidikan berasrama atau ma’had ini menjadi salah satu distingsi yang dimiliki UIN Malang. Pendidikan berlangsung 24 jam sehingga menghasilkan lulusan berpengetahuan, bijaksana dan berakhlak mulia.
“Area ma’had ini berada di area Arrahim dengan luas 21,5 Hektar. Ma’had kualitas premium berkapasitas 244 kamar. Rincian detail Gedung yang kita bangun yaitu Zona 1 Area Ma’had putra dan Ma’had Putri dan Islamic Tutorial Centre,” ungkap Rektor.
Kawasan Ar-rahim selain Ma’had akan berisi pusat informasi, penelitian pangkalan data IT, lab integratif & museum pendidikan Islam, gedung perkantoran dan perkuliahan dari Kedokteran, Farmasi, Teknik. Selain ma’had, UIN Malang memiliki Pusat Pengembangan Bahasa Asing (Arab, Inggris dan Mandarin) dan Pusat Hafalan Al Qur’an.
Kampus III UIN Malang dibangun dengan desain lafadz basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). Tahap pertama dibangun saat ini adalah lafadz Ar-Rahim, dengan biaya dari SFD senilai USD 54.671.000 dan dana pendamping proyek dari Pemerintah Indonesia sebesar USD 9.320.000, total semua sejumlah 63, 9 juta US Dollar atau Rp. 960 Miliar di atas lahan 12 ha dari total tanah 100 ha. “Tentu harapan kami, nanti pada tahap selanjutnya akan sempurna lafadz basmalah tersebut,” kata Rektor menutup sambutan.
Menag RI mengapresiasi pekerjaan UIN Malang yang sudah selesai sebelum jatuh tenggat. Bahkan terhitung masih tersisa waktu 190 hari sebelum hari yang direncanakan gedung Ma’had dan ITC sudah rampung. “Terus terang saya bangga sekali pekerjaan yang dilakukan PT di UIN Malang ini. Luar biasa masih ada sisa waktu 190 hari, pekerjaanya rapi, semoga ini bisa jadi contoh bagi proyek lain di lingkungan kementerian agama,” ungkap Yaqut.
Menag RI meneilai UIN Malang sebagai satu satunya ma’had yang mampu menampung mahasiswa tahun pertama. Hal itu tentu menjadi beban berat dengan berbagai tangan yang tidak mudah.
Ada dua catatan yang diberikan Menag RI pada UIN Malang, yaitu soal struktur tata laksana dan pembiayaan operasional. “Soal struktur di Ma’had ini apakah nanti ikut menjadi bagian UIN atau bagaimana itu harus jelas. Mereka yang menangani 5.000an sekian mahasiswa harus berstatus jelas.,” ungkap Yaqut.
Yaqut sudah meminta kepada Menpan RB agar struktur di Ma’had UIN Malang menjadi jelas. Menag menekankan agar struktur di internal Ma’had UIN Malang aman dan keberlanjutan (sustainable).
“Kedua terkait struktur pembiayaan karena UIN Malang ini punya banyak aset. Saya melihat banyak aset yang belum dimanfaatkan agar bisa menambah pendapatan operasional UIN Malang sehingga tidak lagi memberatkan mahasiswa. Sebab jika hanya mengandalkan UKT itu tidak cukup. Karena hanya memenuhi komponen 15% saja,” kata Menag RI saat jumpa pers. (dan/kun)






