Magetan (beritajatim.com) – Basecamp relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) di Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, rusak akibat diterpa angin kencang pada Jumat (19/1/2024) dini hari. Atap bangunan yang sudah 20 tahun tak direhab itu roboh.
Ketua Relawan PGL Miko Wicaksono mengatakan, saat kejadian tak ada relawan yang berada di basecamp. Ini lantaran kondisi cuaca buruk sejak Kamis (18/1/2024), ditambah penutupan jalur pendakian via Cemoro Sewu.
Hingga Sabtu (20/1/2024) siang ini, cuaca di kawasan Ngancar masih berangin disertai hujan ringan.
“Tapi yang rusak ya memang bukan hanya teras saja. Atap untuk ruangan bagian dalam basecamp sudah bocor semua. Jadi, semisal diguyur hujan, sudah nggak ada yang aman. Sejak dibangun 2003, belum pernah sama sekali mendapatkan rehab. Sumber dana kami ya donasi dan sponsor saja,’’ kata Miko.
Keberadaan basecamp tersebut dinilai sangat membantu relawan, terutama saat memberikan briefing bagi para pendaki sebelum naik gunung. Selain itu, juga jadi lokasi koordinasi jika ada kondisi darurat.
“Selama ini, donasi yang paling banyak didapat oleh PGL memang pembangunan basecamp ini oleh salah satu produsen sigaret kretek. Sejak saat itu belum ada lagi dan masih kami carikan dana agar bisa rehab ini,’’ kata Miko.
Diketahui, cuaca buruk masih melanda kawasan Plaosan Magetan.Hal itu membuat Perhutani dan instansi terkait melakukan penutupan jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu per tanggal 18 Januari 2024 pukul 17.00 WIB. [fiq/beq]






