Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Kadin Surabaya H.M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan, bahwa anak muda memiliki kekuatan dalam membawa perubahan.
Caleg DPR RI dari Partai Demokrat untuk Jatim I yang akrab disapa Mas Andi ini mengutip kata bijak Pramudya Ananta Toer. “Sejarah dunia adalah sejarah orang muda. Apabila angkatan muda mati rasa, maka mati pula sejarah sebuah bangsa. Dan, di sini kita duduk bersama menarasikan Indonesia di tahun 2045 itu seperti apa,” tegasnya usai acara ‘Ngopi Bareng Bahlil Lahadalia’ bertema Peran Pemuda Jatim Dalam Menuju Indonesia Emas di Gedung Srijaya Surabaya.
Mas Andi ini kemudian bercerita tentang gerakan pemuda Indonesia yang dimulai dari lahirnya Boedi Oetomo tahun 1908 kemudian 1928 lahir Sumpah Pemuda yang menarasikan suatu saat “Bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia”. “Di tahun 1945, Pak Karno pun digerakkan anak-anak muda hingga terjadinya tragedi Rengas Dengklok, sampai akhirnya Indonesia bisa merdeka, tidak diberi oleh penjajah, tetapi kita merdeka sendiri,” tuturnya.
“Tahun 98 juga seperti itu, kita menduduki gedung kura-kura untuk mereformasi. Dan, saat ini gerakan anak muda sudah bergerak lebih maju, dari yang dulu hanya sebagai organisasi saat ini menjadi polical community base. Dan, ini harus kita pertahankan. Suatu kebanggaan bagi kita bahwa teman-teman disini tidak apatis terhadap politik,” ujarnya.
Mimpi Indonesia Emas 2045 harus terus dijaga. Karena semua negara maju memiliki mimpi yang besar. Pada saat berpikir Indonesia Emas 2045, maka dulu Amerika juga memiliki mimpi menjadi negara super power, begitu juga dengan India dan China.
“Semua memiliki mimpi besar. Dan, mimpi Indonesia adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Kita membutuhkan pemimpin baru yang bisa bercerita, yang bisa menarasikan, bagaimana Indonesia ke depan. Karena politik bukan mengenai kekuasaan, tetapi politik adalah mengenai cerita,” katanya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Bahwa mimpi adalah sebuah kewajiban dan keharusan. Tidak akan pernah orang besar atau orang hebat yang mimpinya kecil.
“Tidak pernah orang yang sukses dan mampu memenangkan pertarungan tanpa kompetisi. Dia harus mengikuti kompetisi. Dan, syarat untuk menjadi orang yang terbaik adalah dengan memenangkan semua kompetisi, karena itu dia harus menyiapkan diri,” kata Bahlil.
Sementara itu, Ardito Grahadi dari Komunitas Pengusaha Muda Jawa Timur mengungkapkan, tujuan dari kegiatan diskusi dengan Menteri Bahlil, seorang birokrat yang punya latar belakang aktivis dan pengusaha bertujuan agar para pemuda bisa mendapatkan cakrawala pemikiran yang luas dan komplet, mendapatkan wawasan dari berbagai macam sisi, bukan hanya teori tapi juga penerapannya. “Karena pemuda memegang peranan penting dalam membangun negeri, oleh karena itu kontribusi pemuda khususnya di Jawa Timur menjadi barometer keberhasilan pembangunan,” pungkas Ardito. (tok/kun)






