Surabaya (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2023 lalu setidaknya ada sebanyak 22 anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya yang berhasil dikukuhkan menjadi seorang profesor atau guru besar.
Dikatakan Ketua IDI Surabaya Dr dr Brahmana Askandar SpOG (K) bahwa jumlah profesor tahun 2023 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu dokter yang dikukuhkan itu yakni Prof Dr dr Joni Wahyuhadi.
“Gubes ini kan di bidang akademik pendidikan. Saya rasa gubes bisa menjadi pelecut buat yang lain, semacam motivasi,” kata Brahmana, Minggu (14/1/2024)
Prof Joni Wahyuhadi sendiri dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Bidang Ilmu Glioma Molecular and Surgery. Dalam orasinya, ia membeberkan soal glioma alias tumor otak.
Prof Joni mengatakan, bahwa masyarakat perlu mengetahui kondisi gawat darurat pada penderita tumor otak, sebab bisa menjadi petaka bagi penderita jika penanganannya tidak tepat atau adequad.
Kata dia, tumor otak berdasar asal sel tumor dibagi menjadi dua yaitu tumor otak primer dan sekunder. Tumor otak primer di mana sel tumor berasal dari sel-sel yang membentuk otak dan yang ada di rongga kepala.
Sementara sel tumor berasal dari luar rongga kepala. Tumor otak sekunder sering disebut tumor otak metastase. Ia mengungkapkan, setiap tahunnya ada 20.500 diagnosis baru, dan 12.500 kematian akibat tumor otak di Amerika. [ipl/aje]






