Mojokerto (beritajatim.com) – Angin kencang disertai hujan deras terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Akibat angin kencang, bangunan rumah toko (ruko) di Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto porak-poranda. Ironisnya bayi berusia 6 bulan terjebak di dalam bangunan ruko saat angin kencang tiba-tiba menyapu bangunan ruko sekira pukul 16.30 WIB.
Putri pasangan Sukran (23) dan Hula Indah Yasa (20) ini berada di dalam ruko bersama sang ibu. Sementara sang ayah hendak mendorong gerobak pentol dagangannya.
Namun tiba-tiba angin dari arah selatan menyapu ruko milik korban bersama sembilan ruko lainnya. Atap bangunan yang terbuat dari galvalum menyikap hingga terbang. Saat kejadian, lima dari 10 ruko yang berdiri berjajar menghadap utara tersebut dalam kondisi buka dan ada pemiliknya.
Salah satunya milik warga Desa Ngantesmi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto tersebut. Korban yang hendak menyelamatkan bayinya di dalam ruko tertimpa runtuhan bangunan ruko, beruntung bayi berjenis kelamin perempuan diselamatkan ke dalam mobil yang terparkir di depan ruko.
Tak lama, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto datang ke lokasi. Petugas mengevakuasi bayi perempuan tersebut bersama sang ibu di tengah guyuran hujan deras. Keduanya diamankan ke tempat yang aman.
Mertua korban, Ulumi (40) mengatakan, tanpa hujan sebelumnya, angin tiba-tiba datang. “Saya sudah pulang, ditelepon katanya ada angin. Menantu saya kena runtuhan bangunan ruko saat mau menyelamatkan anaknya, bayi masih 16 bulan,” ungkapnya, Kamis (11/1/2024).
Ulumi menjelaskan, jika anaknya tersebut berjualan pentol dan menyewa ruko milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim seharga Rp4,5 juta per bulan. Setiap hari buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup hingga tengah malam.
“Jualannya pakai gerobak, di taruh depan ruko. Itu tadi mau dorong gerobak tiba-tiba ada angin kencang, anak dan istinya di dalam ruko. Atapnya menyikap dan terbang, dia mau menyelamatkan anaknya di dalam ruko kena bongkahan rutuhan bangunan ruko,” ujarnya.
Korban, Sukran (23) mengatakan, angin kencang tiba-tiba datang dari arah selatan atau belakang ruko. “Dari arah belakang, anak saya di dalam. Saya bawa keluar, saya kena runtuhan bangunan. Alhamdulilah anak saya tidak apa-apa,” ujarnya.
Dari 10 ruko yang ada, lima diantaranya masih buka. Yakni pedagang mie, roti, pentol, ayam bubut dan perawatan sepeda motor. Angin kencang tidak hanya terjadi di Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal saja, namun ada di beberapa kecamatan.
Seperti di Kecamatan Pungging, Mojosari dan Kutorejo. Tak hanya angin kencang, namun juga pohon tumbang dan banjir. Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dibagi beberapa tim dan ke sejumlah lokasi untuk melakukan assesment. [tin/aje]
![Angin Kencang Porak-porandakan Ruko, Bayi di Mojokerto Terjebak Evakuasi bayi 6 bulan oleh petugas BPBD Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/Screenshot_2024-01-11-18-58-25-24_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg)






