Pamekasan (beritajatim.com) – Angin kencang kembali merusak puluhan rumah warga di Pamekasan, kali ini tersebar di lima kecamatan berbeda di wilayah setempat, Rabu (21/2/2024) kemarin.
Kelima kecamatan yang terdepak bencana cuaca ekstrem tersebut meliputi kecamatan Kadur, Larangan, Pagantenan, Pelengaan, serta kecamatan Pamekasan (Kota).
“Peristiwa ini terjadi berawal dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dan disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan beberapa pohon tumbang,” kata Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Kamis (22/2/2024).
Dari lima kecamatan terdampak, tersebar di beberapa desa berbeda. Meliputi kecamatan Kadur, terjadi di Desa Pamaroh. “Untuk Kecamatan Kadur, terjadi di satu desa dan saat ini dalam tahap assesmen,” ungkapnya.
“Kejadian di Kecamatan Larangan terjadi di dua desa berbeda, yakni Desa Blumbungan, meliputi 5 dusun berbeda dengan rincian 36 titik di Dusun Kendal, 29 titik di Garuk, 6 titik di Kaju Rajha, 11 titik di Tomang Mate, serta 3 titik di Tambak. Serta Desa Beltong, terjadi di dua dusun berbeda, yakni 10 titik di Dusun Kwanyar, dan 7 titik di Dusun Bharak Lorong,” jelasnya.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Pagantenan, tepatnya di Desa Plakpak. “Di desa ini terjadi kerusakan di Pesantren Ummul Quro, termasuk pohon tumbang yang mengakibatkan kabel listrik PLN dan Telkom putus, sehingga sempat terjadi pemadaman dan akses jalan terganggu. Untuk kecamatan Palengaan, terjadi di Desa Pelanggan Laok, saat ini dalam tahap assesmen,” imbuhnya.
“Sedangkan di Kecamatan Pamekasan (Kota), terjadi di dua desa/kelurahan beberapa, yakni Desa Toronan, meliputi 11 titik di Dusun Selatan, 8 titik Dusun Utara 1, serta masing-masing 2 titik di Dusun Utara 2, dan Dusun Tengah,” sambung Dhofir.
Beruntung peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, sekalipun kerugian materil diprediksi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Sebagian besar kerusakan rumah warga mengalami rusak ringan,” bebernya.
“Dari itu kami selalu berharap kepada masyarakat, agar selalu waspada dan hati-hati terhadap beragam jenis bencana alam, khususnya memasuki musim penghujan seperti saat ini, semisal angin kencang, longsor, banjir dan lainnya,” pungkasnya. [pin/aje]






