Sidoarjo (beritajatim.com) – lndeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi tolok ukur perkembangan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Saat ini IPM Kabupaten Sidoarjo semakin naik. Hal itu membuktikan berhasilnya pembangunan.
“IPM di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 81,88 persen. Ini masuk kategori sangat tinggi,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali di sela acara Groundbreaking Unusida Tower 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo di Kampus 2 UNUSIDA Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (11/1/2024).
Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo juga menegaskan capaian IPM tersebut sudah melampaui target dari DPRD ke Bupati untuk tahun 2026 yang hanya 81,62 persen.
“Pada tahun 2026 ditargetkan sebesar 81,62 persen, angka ini sudah terlampaui pada tahun 2023 yang mencapai 81,88 persen. Hal ini salah satunya atas dukungan beberapa universitas yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Bupati muda lulusan FISIP Unair ini menjelaskan tingginya IPM ini adalah peran serta tiga unsur penting yaitu pendidikan, kesehatan, dan pendapatan atau kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
“Jika masing-masing universitas dari lembaga manapun bersungguh-sungguh dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unggul, maka tidak dapat dipungkiri akan ikut membawa Sidoarjo menjadi lebih baik dalam segala hal,” tuturnya.
Ia berharap, universitas yang dibangun oleh lembaga-lembaga di Kabupaten Sidoarjo dapat ikut berperan dalam peningkatan angka harapan lama sekolah (HLS).
“Peningkatan harapan lama sekolah dipengaruhi oleh universitas yang notabenenya dimiliki oleh suatu lembaga. Untuk menggenjot angka HLS ini dibutuhkan konsistensi dalam merubah ekosistem makro (dari Sidoarjo) dan eksositem mikro (dari lembaga),” tutupnya. [isa/but]






