Tuban (beritajatim.com) – Jembatan Dam Seng di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban kini bisa dilewati namun hanya untuk kendaraan roda dua. Pembangunan jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp1,9 miliar tersebut ditargetkan selesai bulan ini.
Jembatan Dam Seng bersama Jembatan Glendeng seharusnya selesai Desember 2023. Tetapi karena terdapat beberapa kendala, proses pengerjaan kedua jembatan tersebut mengalami keterlambatan.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR PRKP) Kabupaten Tuban Basdi menjelaskan, proses pengerjaan Jembatan Dam Seng telah mencapai 95 persen dan kini bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.
“Saat ini tinggal proses finishing saja dan kendaraan roda dua sudah boleh lewat,” ucap Basdi.
Sedangkan, untuk kendaraan roda empat dan truk muatan belum diperbolehkan. Ini lantaran umur beton jembatan belum cukup.
Hal ini penting, agar kekuatan jembatan bisa maksimal sehingga aman untuk digunakan. “Kira-kira satu minggulah, baru boleh dilewati roda empat lebih,” kata Basdi.
Sementara itu, salah satu warga, Novita Anggraini mengaku senang jembatan Dam Seng bisa dilewati kembali. Kini dia tidak harus memutar jika hendak pergi ke sekolah.
“Sekolah saya di Kecamatan Singgahan, dekat kalau lewat jembatan Dam Seng ini, jadi pas jembatannya rusak harus putar jauh,” celotehnya.
Senada dengan Novita, Juri juga mengaku senang dan berterima kasih kepada Pemkab Tuban, khususnya Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Sebab, Jembatan Dam Seng bisa dilewati lagi.
“Nggeh seneng (Ya senang), soalnya kemarin susah kalau mau ke sawah, lewat kali di bawah, sekarang jembatannya sudah jadi, terimakasih buat pak Bupati,” tutur Juri.
Sekadar informasi, Jembatan Dam Seng mengalami kerusakan akibat terjadinya kecelakaan truk molen sejak akhir 2022 lalu. Sehingga, terputusnya jembatan tersebut berdampak pada terbatasnya akses utama masyarakat dari Kecamatan Senori menuju Kecamatan Singgahan maupun sebaliknya. Jembatan ini juga banyak digunakan sebagai jalan alternatif masyarakat menuju ke Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan, dalam proses pengerjaannya Pemkab Tuban telah mengalokasikan dana pembangunan mencapai Rp1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023. [ayu/beq]






