Gresik (beritajatim.com) – Seorang penumpang berjenis kelamin perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual di halte Bus Trans Jatim di Jalan RA.Kartini Gresik. Aksi pelecehan itu, diposting korban berinisial SS di story Instagram.
Dalam postingan itu, SS menceritakan sedang menunggu jemputan temannya usai naik Bus Trans Jatim dari arah Terminal Bunder menuju ke Kota Gresik.
“Saat saya menunggu jemputan teman, tiba-tiba ada seorang lelaki tidak dikenal datang menghampiri. Menanyakan sudah nikah, sudah punya anak. Saya jawab sudah. Tapi laki-laki itu terus mendekat hingga memegang lengan saya,” ujar SS, Selasa (2/1/2024).
Ia menambahkan, sewaktu dipegang tangannya dirinya tidak berani teriak. Pasalnya, takut dan antisipasi orang laki-laki tersebut membawa senjata tajam.
“Saya sempat minta bantuan teman melalui WhatsApp. Tapi tidak jawaban. Kondisi tangan saya juga gemetar, jadi saya langsung bentak saja. Halte juga saat itu kondisinya sepi. Beruntung hanya megang lengan saya, hampir ke bagian sensitif. Cuma saya bentak, dan orang tersebut langsung pergi,” imbuhnya.
Menurut dia, pelaku laki-laki ini berbadan kecil. Matanya sipit, berkaus kuning, bercelana panjang, dan menggunakan sepeda ontel. Orang ini cenderung bertanya tentang pernikahan, kehamilan, dan status punya anak kepada perempuan.
“Saya dapat informasi, memang orang ini sering ada di Jalan Panglima Sudirman Gresik. Katanya orang ini ada masalah kondisi kejiwaan,” papar SS.
Diakuinya, banyak penumpang perempuan menjadi korban atas aksi orang laki-laki tersebut. Biasanya menyasar kepada perempuan yang sudah menikah. “Sampai sekarang saya masih syok banget, dan takut kemana-mana sendirian,” ucapnya.
Ia berharap, ada tindakan dari pihak terkait untuk melakukan penertiban. Agar tidak menganggu kenyamanan masyarakat. Khususnya para penumpang saat berada di halte Bus Trans Jatim. “Semoga ini menjadi pelajaran kewaspadaan bagi penumpang, dan petugas terkait segera mengamankan orang tersebut,” urainya.
Secara terpisah, Kapolsek Kebomas Kompol Abdul Rokib mengaku belum menerima adanya dugaan kasus pelecehan seksual. “Kami belum ada laporan yang masuk. Saya menghimbau bila terjadi pelecehan seksual jangan takut melapor segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. [dny/suf]






