Ngawi (beritajatim.com) – Ibu dan bayi di Ngawi ditemukan meninggal oleh sang nenek di Desa Guyung, Kecamatan Gerih, pada Senin (1/1/2023). Adalah Siti Chotijah (37) dan putranya. MAA berusia 3 bulan, meninggal mendadak dan belum diketahui pasti penyebabnya.
Saat ini, kejadian itu masih dalam penyelidikan Polres Ngawi. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh nenek korban yakni Sunarsih (75). Sunarsih melihat cucu bungsunya itu sudah tertindih ibunya.
Sunarsih berupaya membangunkan putrinya itu. Namun, putrinya bergeming. Nenek tiga cucu itu langsung panik.
Kepanikan sang nenek pun terdengar oleh anak pertama korban, yakni AN (13). AN pun mendekap ibunya yang sudah tidak bangun itu.
Sunarsih pun langsung memanggil para tetangga hingga Ketua RT setempat untuk meminta tolong. Saat diperiksa oleh warga lainnya, ternyata sudah meninggal.
Pun, kejadian itu dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
AN pun sempat melawan petugas yang hendak melakukan pemeriksaan pada jenazah ibunya. Dia percaya jika ibunya hanya tertidur namun usai ditenangkan kerabatnya, dia pun mempersilakan petugas untuk memeriksa.
Tim medis dan bidan desa setempat turut memeriksa jenazah korban.
“Tidak tahu penyebab meninggalnya karena apa. Ibu dan anak ini ditemukan meninggal di kamar. Suaminya masih ada tapi kerja di Jakarta sana. Bu Siti ini tinggalnya ya sama ibunya dan tiga anaknya ini. Katanya sakit gitu, tapi setahu kami sakitnya gak parah katanya,” kata Joko Aribowo, tetangga korban.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.
“Katanya punya riwayat penyakit hipertensi, tapi masih belum tahu penyebab pastinya karena apa. Bayinya ini ditemukan tertindih ibunya,” kata Joshua. [fiq/beq]






