Ponorogo (beritajatim.com) – Jika biasanya libur sekolah digunakan untuk refresing berwisata, tidak untuk bocah-bocah di Kabupaten Ponorogo. Sedikitnya ada 50 anak usia SD dan SMP di Kelurahan Tonatan, mengikuti kegiatan khitan massal.
Alhasil, momen khitan massal itu pun, selain diwarnai dengan perasaan riang gembira, juga perasaan takut hingga menangis saat proses khitan berlangsung. Bahkan ada sebagian bocah yang bersholawat untuk mengusir rasa takutnya saat menjalani khitan.
Kegiatan khitan massal itu, digelar oleh komunitas relawan kemanusiaan. Acara ini tidak hanya diadakan untuk mengisi waktu liburan sekolah serta merayakan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tetapi juga sebagai wadah bagi orang tua yang ingin mengkhitankan anak-anak mereka namun terkendala biaya.
“Khitan ini gratis tidak dipungut biaya,” ungkap Bayu Mardianto, Ketua Khitan Massal Kelurahan Tonatan, ditulis Jumat (28/12/2023).
Bayu menerangkan bahwa kegiatan khitan massal ini sudah diselenggarakan dalam 3 tahu terakhir. Dilakukan saat libur sekolah atau libur panjang seperti libur nataru saat ini. Dengan memilih libur panjang ini, diharapkan tidak mengganggu aktivitas sekolah. Sehingga selama libur, bisa digunakan untuk masa penyembuhan.
“Jadi saat libur habis dan waktunya masuk sekolah, adik-adik ini sudah sembuh dan sehat,” katanya.
Peserta khitan massal, tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga mendapatkan berbagai hadiah penunjang dari panitia. Mulai dari peralatan sekolah, Al-Quran, hingga uang saku. Panitia berharap hadiah tersebut dapat mengembalikan keceriaan peserta setelah melewati proses khitan yang mungkin menimbulkan rasa sakit.
“Selain gratis, peserta khitan massal ini juga mendapatkan bingkisan dan usang saku,” katanya.
Salah satu peserta khitan massal, Syahrul Ramadhani mengaku sempat takut jelang proses khitan berlangsung. Namun, setelah usai proses khitan itu, dirinya mengaku bahwa saat dikhitan, tidak merasakan sakit. Meski diketahui sebelum dikhitan, Syahrul menangi mengeluarkan air mata.
“Tadi tidak nangis, ya cuma ngerasa takut saja,” pungkasnya. [end/beq]






