Gresik (beritajatim.com)– Dinas Perpustakaan Daerah (Perpusda) Gresik terus berbenah di era kekinian. Untuk mewujudkan hal itu, dinas setempat berupaya melakukan digitalisasi ribuan buku untuk mengikuti perkembangan zaman.
Sebelum ke arah digitalisasi, Perpusda Gresik mengundang sejumlah penulis, dan penerbit buku Gresik untuk melakukan diskusi. Ini dilakukan untuk mempersiapkan anggaran pada 2025 mendatang.
Kepala Dinas Perpusda Kabupaten Gresik Budi Raharjo menuturkan, pihaknya berencana melakukan akuisisi buku-buku tentang Gresik untuk dilakukan digitalisasi.
“Pesatnya perkembangan gadget harus kami ikuti agar buku tetap menjadi pilihan utama,” tuturnya, Rabu (20/12/2023).
Dalam diskusi kali ini, Perpusda Gresik ingin menyatukan visi dengan penerbit dan penulis Gresik. Tujuannya agar karya-karya yang dihasilkan tentang Gresik tetap menjadi bacaan masyarakat.
“Tujuan utama kami tetap buku-buku muatan lokal tentang Gresik. Dengan adanya digitalisasi diharapkan bisa menjadi bacaan masyarakat di era sekarang,” ungkap Budi Raharjo.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pertemuan lanjutan terkait mekanisme akuisisi untuk dijadikan digitalisasi. Ini terkait penganggaran pada APBD 2025.
“Nanti pada Februari 2024 sudah mulai musrenbang untuk 2025. Kami ingin tahu dulu mekanismenya seperti apa untuk kami usulkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kris Adji AW dari Penerbit Yayasan Mata Seger mengaku sangat mengapresiasi apa yang direncanakan Dinas Perpusda. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para penulis buku tentang sejarah Gresik.
“Bagi kami buat apa menulis kalau tidak dibaca. Makanya kami sangat senang dengan adanya digitalisasi buku ini,” paparnya. (Dny/Aje)






