Jakarta (beritajatim.com) – Hubungan Indonesia dan Kazakhstan makin erat. Bahkan, Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov menyebut Indonesia vital.
Hal itu diungkapkan Serzhan Abdykarimov saat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumaat (8/12/23).
Dalam pertemuan tersebut, Serzhan Abdykarimov menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden RI sebagai bukti kedekatan kedua negara pemimpin ini.
Hubungan antara kedua negara ini tidak hanya bersifat semata-mata diplomatis, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang dalam.
Kazakhstan dan Indonesia sama-sama memegang peranan penting di kawasan masing-masing. Kazakhstan menjadi pemimpin di Asia Tengah, sementara Indonesia di Asia Tenggara.
“Ikatan kami dengan Indonesia tidak hanya ternilai, tapi juga vital,” kata Serzhan Abdykarimov dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.
Abdykarimov melihat bahwa banyak aspek yang membuat Indonesia dekat dengan Kazakhstan, mulai dari budaya dan bahasa yang sama-sama dipengaruhi oleh bahasa Arab hingga keberagaman masyarakat.
Semua hal ini membuat Kazakhstan merasa semakin terikat dengan Indonesia, memperkuat keyakinan mereka untuk membangun hubungan yang kuat dan terus berkembang.
Bukti konkret dari hubungan yang meningkat antara kedua negara ini terlihat dalam pertumbuhan volume perdagangan dari 19 juta dolar AS (Rp295 miliar) pada tahun 2004 menjadi 400 juta dolar AS (Rp6,21 triliun) pada tahun 2022.
Bahkan, dalam sembilan bulan pertama tahun 2023, volume perdagangan mencapai 240 juta dolar AS (Rp3,7 triliun), menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Kazakhstan juga berhasil menarik investasi asing langsung dari Indonesia sebesar 510 juta dolar AS (Rp7,92 triliun) sejak tahun 1992, menunjukkan komitmen keduanya untuk memperkuat hubungan ekonomi dan investasi.
Dengan pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya Indonesia, diplomat Kazakhstan siap menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia di masa depan. (ian)






