Blitar (beritajatim.com) – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja (Dinkop UKM dan Naker) Kota Blitar menggencarkan sosialisasi lowongan kerja usai PT. HM Sampoerna. Tbk (Sampoerna) resmi berinvestasi di Kota Blitar. Bahkan sosialisasi itu juga dilaksanakan di 3 kecamatan se-Kota Blitar.
Kepala Dinkop UKM dan Naker Kota Blitar, Juyanto mengatakan dalam sosialisasi itu, pihaknya mengenalkan investor baru yang menanamkan modal di Kota Blitar hingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Menurut Juyanto, lowongan kerja yang dibuka investor baru ini dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga menurunkan angka pengangguran.
“Dengan adanya dua investor ini maka akan terbuka lebar lapangan pekerjaan, dan pengangguran bisa dikurangi serta kemiskinan esktrim bisa dientaskan,” kata Kepala Dinkop UKM dan Naker Kota Blitar, Juyanto, Jumat (15/12/2023).
Oleh sebab itu, dalam sosialisasi itu Juyanto juga menggandeng perwakilan dari PT. Sampoerna. Menurutnya perusahaan yang akan membuka pabrik rokok di Kelurahan Blitar itu, akan membuka lowongan kerja tenaga operasional dan tenaga linting. Rencana pendaftaran bagi calon pekerja Sampoerna akan dibuka bulan ini, tepatnya diminggu ke tiga bulan Desember 2023.
“Upaya sosialisasi di 3 Kecamatan menjadi bagian kami untuk memberikan informasi pada masyarakat adanya lapangan pekerjaan oleh PT. Sampoerna” terang Juyanto.
Juyanto menyebut Pemerintah Daerah akan terus mengawal persiapan operasional pabrik rokok Sampoerna. Targetnya, Maret 2024 nanti pabrik rokok itu sudah mulai beroperasi.
“Insyallah bulan maret sudah mulai beroperasi,” tutupnya.
Perusahaan rokok Sampoerna segara membuka pabrik di Kota Blitar. Rencananya pabrik rokok Sampoerna ini akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2024 mendatang. Pabrik rokok Sampoerna pun saat ini tengah membutuhkan 3114 tenaga kerja. Mayoritas adalah untuk tenaga linting rokok yang jumlahnya mencapai 3.000 tenaga kerja.
Total investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rokok Sampoerna di Kota Blitar sendiri mencapai Rp350 miliar. Selain akan menyerap tenaga kerja, keberadaan pabrik rokok Sampoerna ini pun tentu akan memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Pemkot Blitar. [owi/beq]






