Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Gerakan Gusdurian (Gerdu) Suroboyo mengajak mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperluas ruang demokrasi.
Ajakan ini disampaikan saat dialog terbuka bertajuk ‘Indonesia Rumah Bersama: Memperluas Ruang Demokrasi’ yang diselenggarakan di Kampus Untag Surabaya.
“Seminar yang diadakan Gusdurian Suroboyo ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua akan esensi demokrasi yang terwujud dalam sila keempat Pancasila,” jelas Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J. Subekti, ditulis Rabu (13/12/2023).
Menurutnya, kelancaran demokrasi di Indonesia bisa terwujud jika tiga pilar utama pelaksana demokrasi dapat berjalan seiring. “Infrastruktur politik, budaya politik, dan lembaga politik merupakan pilar-pilar demokrasi yang sangat dibutuhkan saat ini,” katanya.
Sementara dalam paparannya, Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Dr Merry Fridha Tri Palupi menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia. Ia berharap Gen Z nantinya dalam pemilu dapat memilih dengan cermat.
“Pemilu di Indonesia ini sifatnya terbuka, namun saat ini ada pergeseran pola demokrasi yang disebabkan ketidak bebasan pers, budaya anti-kritik dan partisipasi politik yang rendah. Maka dari itu, untuk generasi sekarang harus seksama, karena nasib bangsa ada di tangan kalian,” paparnya.
Dr Merry juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam memajukan bangsa melalui demokrasi.
“Dalam perspektif perempuan, mereka juga memiliki kapasitas untuk aktif dalam sistem demokrasi Indonesia. Tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki; sebaliknya, hal ini seharusnya menjadi penguatan bagi demokrasi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tambahnya. [ipl]






