Mataram (beritajatim.com) – Capres Ganjar Pranowo memperkenalkan sosok difabel yang menginspirasi saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sosok tersebut tidak lain adalah Angkie Yudistia.
Angkie Yudistia, seorang millenial penyandang tunarungu, merupakan sosok yang diyakini mampu membawa Indonesia menuju inklusivitas yang lebih baik.
Angkie, yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden, membawa pengalaman berharga dalam menangani isu disabilitas. Kontribusinya membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk memiliki payung hukum yang melindungi hak-hak mereka di berbagai sektor.
Saat ini, Indonesia telah memiliki Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, serta 7 Peraturan Pemerintah dan 2 Peraturan Presiden yang menjadi landasan hukum bagi kelompok ini.
BACA JUGA:
Yenny Wahid: Ganjar -Mahfud Siap Fasilitasi Kebutuhan Pesantren dan Santri
Dalam kesempatan tersebut, Angkie menyatakan keyakinannya bahwa Ganjar, dengan rekam jejaknya selama dua periode sebagai anggota DPR RI dan Gubernur Jawa Tengah, akan menjadikan Indonesia lebih inklusif.
Ganjar dikenal memahami dan peduli terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, selalu menempatkan mereka dalam pengambilan kebijakan yang strategis.
“Bersama teman disabilitas kami percaya, Pak Ganjar akan Gerak Cepat membawa Indonesia lebih baik dan lebih inklusi dengan program-program unggulan beliau. Jadi kami berjuang bersama beliau,” ujar Angkie dengan optimis.
BACA JUGA:
Ganjar Ajak Mahasiswa NTT Terlibat Aktif Proses Demokratisasi
Ganjar, dalam acara HDI, mendengarkan masukan dari penyandang disabilitas, termasuk keluhan, saran, dan kritik. Ganjar berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan hak aksesibilitas di ruang publik, memastikan bahwa kebutuhan akses disabilitas tidak lagi terpinggirkan.
“Saya sudah punya pengalaman pada saat jadi gubernur, waktu itu kelompok disabilitas adalah salah satu kelompok yang selalu kami ajak dalam musyawarah perencanaan pembangunan di samping kelompok perempuan dan anak. Inilah cara membuat setara semuanya dan tidak ada yang ditinggalkan, no one left behind,” ungkap Ganjar.
Ganjar juga menyoroti kurangnya ramahnya beberapa ruang publik terhadap penyandang disabilitas, dan ia berkomitmen untuk mendorong penyediaan inklusivitas infrastruktur pada masa pemerintahannya mendatang. Dengan demikian, Ganjar Pranowo memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih inklusif bagi semua warga Indonesia. [beq]






