Kediri (beritajatim.com) – Seorang politisi muda di Kediri melirik bisnis kuliner dengan konsep berbeda. Tidak hanya menu makanan dan minuman yang enak, juga menawarkan kesenian dan kebudayaan.
Ialah Regina Nadiya Suwono, politisi muda Partai NasDem Kediri yang baru saja membuka sebuah tempat usaha kuliner dengan label Temu Budaya Cultural Creative Hub. Lokasinya di Jalan Stasiun Kediri, Jawa Timur.
Temu Budaya atau yang biasanya disebut dengan istilah ‘Tebu’ ini merupakan tempat kuliner berkonsep kebudayaan Kediri. Tagline yang diusung adalah Semua Yang Ada di Kediri, ada di Tebu’.
“Tebu ini sebuah konsep yang coba kita tawarkan tanpa meninggalkan budaya karena kita ini Kediri. Kediri ini kan Kediri berbudaya tidak hanya slogan, tapi kami buktikan bahwa dengan tebu ini Kediri betul betul berbudaya,” kata Adi Suwono, ayah dari Regina Nadiya Suwono.
Pengusaha perhotelan yang kini sama-sama terjun di dunia politik bareng putrinya ini mengaku, melihat kearifan lokal yang harus ditampilkan di tengah kota. Tujuannya memicu masyarakat lebih mencintai kebudayaan Kediri yang sangat luhur.
Baca Juga : UMK Naik 4,20 Persen, Pemkot Kediri Beri Sosialisasi
Adi mengaku, Tebu tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya orang-orang tetapi ada hal lain yang bisa di ekspresikan di tempat ini. Baik bidang kesenian, umkm, atau yang lainnya bisa dikumpulkan disini.
Senada dengan Adi Suwono, Regina juga punya asalan kenapa coffeshopnya mengusung konsep dari Kediri Berbudaya. Salah satu alasannya, dia ingin membuat sesuatu yang berbeda dibanding kafe lain.
“Karena kita tahu anak-anak itu kan datang dari latar belakang yang berbeda-beda tempat nongkrong itu kan untuk temukan mereka. Di sini juga banyak hiburan kesenian, nanti ada art space yang menampilkan juga hasil kerajinan teman-teman,” imbuh Rere, sapaan Regina Nadiya Suwono.
Selain desain interior ruangan dibuat dengan ciri budaya Kediri, terdapat juga ruangan khusus menjual toko oleh-oleh khas Kediri yang dimana pelaku usahanya tersebut hasil dari binaan Regina Suwono.
“Di toko oleh-oleh umkm itu semua hasil binaan kami yang kami kasih platform untuk menjualkan barangnya jadi gak cuma diberdayakan diajarin, tapi juga diajarin gimana cara cari duitnya kita bantu kita jualkan di sini tanpa ada biaya sepeserpun teman teman bebas menaruh barangnya disini,” tambahnya.
Meski desain interior ruangan cafenya mengusung kebudayaan Kediri, namun menu-menu yang disajikan di cafenya sangat beragam dengan dikombinasikan lidah orang Jawa.
“Jadi kita ada menu chinese yang kita kombinasikan dengan Jawa karena kita tahu kita ini lagi di Jawa Timuran semua makanan western chinese kita jadikan satu kita kombinasikan dengan sentuhan lidah orang Jawa Timuran,” tutup Rere. [nm/ted]






