Banyuwangi (beritajatim.com) – Inter Milan menjalani laga penting di fase grup Liga Champion Eropa menghadapi Benfica. Anak asuh Simone Inzaghi harus meladeni wakil Portugal itu di kandangnya Estádio do Sport Lisboa e Benfica.
Namun, ada yang unik saat pelatih Inter Milan itu mengumumkan starting line up. Tidak ada nama-nama yang biasa menghiasi 11 nama yang kerap tampil di Serie A maupun Liga Champion Eropa sebelumnya.
Simone Inzaghi justru memasang pemain yang notabene kerap memulai laga di bangku cadangan. Tidak ada nama sang kapten Lautaro Martinez, Marcus Thuram maupun Nicolo Barella. Bahkan, dari 11 pemain hanya terdapat satu pemain utama yang menjadi pilihan pada laga tandang ini.
Dia adalah Mateo Darmian, selebihnya adalah pemain pilihan kedua. Termasuk penjaga gawang kedua yang juga dipasang pada laga ini.
Tentunya, hal ini menjadi angin segar bagi para pemain untuk menunjukkan kapasitasnya. Apalagi ini adalah laga penting bagi timnya untuk merebut poin.
Sorotan line up Inter Milan salah satunya tertuju pada penjaga gawang yang berdiri di mistar. Ya, dia adalah Emil Audero Mulyadi. Pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia.
Kali ini, dia dipercaya menjadi kiper utama saat timnya menjalani laga ke 5 di Grup D, Liga Champion Eropa. Sementara Yan Sommer yang biasa mengawal mistar Nerazzurri harus puas menjadi cadangan.
Lalu, bagaimana penampilan Emil Audero Mulyadi kali ini?
BACA JUGA:
Inilah Para Peserta Liga Champions Eropa Musim 2023-24
Peluit panjang awal dimulai pertandingan terlihat cukup sulit bagi skuad Inter Milan. Mereka tertekan oleh permainan lawan, apalagi Benfica tampil di depan pendukungnya.
Alhasil, gawang pemain keturunan harus menjadi bulan-bulanan penyerang lawan. Laga baru 5 menit berjalan Joao Mario berhasil membobol gawang Audero.
Berikutnya tekanan bertubi-tubi dari Benfica terus memberikan ancaman. Tak ayal, dua gol kembali bersarang.
Emil Audero Mulyadi harus rela memungutnya dalam jangka waktu yang berdekatan. Pelakunya adalah Joao Mario yang notabene adalah mantan pemain Inter Milan.
Meski kecolongan tiga gol di gawang pemain keturunan Indonesia ini, namun bukan kesalahan pribadinya semata. Melainkan, kemungkinan adanya kurang keterpaduan dan komunikasi antar lini perlini.
Babak kedua, Simone Inzaghi masih mempercayakan line up yang ada. Mereka mulai memperbaiki determinasi permainan.
Komunikasi dan organisasi tim lebih baik dibanding babak pertama. Buktinya, mereka mampu beberapa kali mengancam pertahanan Benfica. Puncaknya, Inter Milan mampu memperkecil kedudukan lewat gol Marco Arnautovic di menit ke 51′.
Gol itu tampaknya mampu meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Daviy Klaassen yang sebelumnya tampil kurang greget, mampu menyatu dengan tim.
Hasilnya, 7 menit berselang berawal dari umpan silang sisi kiri oleh Carlos Augosto mampu di finishing dengan baik oleh Davide Fratessi. Pemain nasional Italia itu mampu menyelesaikan dengan sebuah tendangan setengah volly yang cantik ke gawang Anatoliy Trubin.
Belum puas dengan ketertinggalan yang dialami timnya, Simone Inzaghi lantas memasukkan sejumlah amunisi. Mereka adalah Federico Di Marco, Marcus Thuram, Nicolo Barella hingga Lautaro Martinez. Namun, mempertahankan kiper Emil Audero Mulyadi yang kebobolan tiga gol malam itu.
BACA JUGA:
Jadi Pemain Vital, Ruben Neves Ambisi Main di Liga Champions Bareng Barcelona
Pergantian sejumlah pemain inti yang berhasil. Buktinya, Marcus Thuram hanya butuh satu menit sejak menginjakkan kaki di lapangan. Dia mendapat pengawalan ketat dari kapten Benfica, Nicolas Otamendi.
Kepiawaian putera Legenda Juventus Lilian Thuram dalam menguasai bola, tak kuasa membuat mantan pemain Man City menjatuhkannya di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih, meski sempat mengecek melalui VAR namun penalti tetap diberikan.
Alexis Sanchez yang menjadi algojo tendangan itu tak mau menyiakan peluang. Tendangannya berhasil mengecoh penjaga gawang dan terjadi gol. Inter Milan akhirnya berhasi menyamakan kedudukan.
Meski demikian, Benfica bukan tanpa perlawanan. Sepanjang pertandingan babak kedua mereka beberapa kali menciptakan peluang.
Salah satunya, saat tendangan keras Angel Di Maria dari luar kotak penalti. Namun, hal itu mampu ditutup dengan aksi heroik Emil Audero Mulyadi yang berhasil menipisnya.
Drama terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Tuan rumah Benfica harus kehilangan satu pemainnya setelah melakukan pelanggaran berat terhadap Nicolo Barella.
Momen ini menjadi peluang bagi anak asuh Simone Inzaghi untuk mencetak gol. Namun, hingga tambahan waktu menit berjalan, Lautaro Martinez dan kawan-kawan harus puas dengan hasil imbang.
Peluang mereka masih lebar, meskipun belum berhasil mengambil alih puncak klasemen Grup D, Liga Champion Eropa. Mereka mengoleksi 11 poin, hanya kalah selisih gol dari Real Sociedad di atasnya. Sementara, Benfica menjadi juru kunci di grup ini. [rin/beq]






