Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 Sub Holding Upstream sebagai operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Sukowati yang beroperasi di Bojonegoro memberikan wadah bagi masyarakat untuk berekspresi. Salah satunya dalam bidang lomba seni membatik.
Batik yang menjadi warisan budaya Indonesia, perlu dijaga dan dilestarikan dengan menciptakan motif-motif baru yang bersifat kedaerahan. Sehingga hal itu bisa menambah dan memperkuat karakter sebuah daerah. Seperti di Kabupaten Bojonegoro yang kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas buminya.
“Kami menggali sisi potensi seperti Thengul, Kembang Sambiloto, dan Pompa Angguk (pengeboran minyak tradisional) sebagai motif batik baru. Sehingga semakin banyak motif batik di Bojonegoro,” ujar Field Manager PT Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 Sub Holding Upstream Pertamina, Totok Parafianto, Senin (27/11/2023).
BACA JUGA:Suami Luluk Nuril Probolinggo yang Viral Dipindah ke Papua
Totok dalam malam gelar prestasi lomba Desain Batik Jonegoroan menyebut, upaya menambah motif batik Jonegoroan itu diharapkan bisa mengangkat identitas daerah. Penekanannya, juga mengangkat pelaku UMKM. “Batik lokal ini nantinya juga menjadi seragam di kantor Pertamina EP Sukowati Field,” terangnya.
Batik Kembang Sambiloto sendiri merupakan motif khas yang berkembang dari Desa Sambiroto Kecamatan Kapas yang merupakan wilayah operasi Pertamina EP Sukowati. “Kedepan, batik ini bisa menjadi objek yang lebih dikembangkan, sekarang masih home industri,” pungkasnya.
Sementara Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Andriyanto berharap, lomba motif batik ini diharapkan bisa mengangkat UMKM yang menjadi program Pemkab Bojonegoro beberapa tahun kedepan. Pengembangan UMKM ini, lanjut Andriyanto memang tidak gampang. Tapi bisa dimulai dengan memperbanyak event-event mulai dari bidang seni, olahraga, wisata, dan serta makanan.
“Pemkab Bojonegoro akan mendukung semua elemen yang akan menggelar kegiatan. Karena butuh banyak kegiatan untuk peningkatan UMKM,” jelasnya.
Sehingga, lanjut pejabat di Kementerian Keuangan itu, apa yang dilakukan Pertamina EP Sukowati sangat didukung. Bahkan, Pemkab Bojonegoro menantang untuk menggerakkan simpul lain dalam upaya meningkatkan UMKM. “Kita perlu simpul lain untuk menggerakkan UMKM. Bisa menjadi langkah awal semakin banyak kegiatan di Bojonegoro,” pungkasnya.
BACA JUGA:PDIP Surabaya Solidkan Kader Banteng Kampanyekan Ganjar-Mahfud MD
Salah satu pemenang dalam Lomba Batik Jonegoroan, Debby Rahmadina Riski (21) asal Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, mengaku, bahwa kemenangannya ini merupakan buah dari proses panjang yang dilakukan. “Sejak SMA sudah membatik, dan mengikuti lomba batik,” ungkap mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Gresik itu.
Dara berusia 21 tahun itu mengangkat motif Batik Sambiloto dengan tema Sahwahita Sambiloto yang artinya mengambil kebermanfaatan dari buah sambiloto. “Desain batik sendiri tidak sembarangan, tapi ada satu ikon dan dikembangkan menjadi lebih kreatif,” pungkasnya. (Lus/Aje)






