Gresik (beritajatim.com) – Guna mendorong percepatan musim tanam padi Kementrian Pertanian (Kementan). Anak usaha Pupuk Indonesia yakni Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi 319.207 ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuturkan terkait musim tanam. Pihaknya mendukung percepatan tanam dengan menyediakan stok pupuk bersubsidi. “Kami mendorong petani untuk melakukan penanaman padi segera setelah dilakukan panen. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi nasional menuju swasembada beras,” tuturnya, Sabtu (25/11/2023).
Saat lanjut dia, Kementan turun ke lumbung-lumbung pangan di 10 provinsi, kami cek langsung, apakah sudah bisa tanam, karena hujan sudah mulai turun. Alhamdulillah sudah mulai tanam.
Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia pernah swasembada beras sempurna pada tahun 2017, 2019 dan 2020. Sementara di era Presiden Soeharto tahun 1984, Indonesia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Food and Agriculture Organisation (FAO), karena swasembada beras.
“Di era Presiden Soeharto, yang dimaksud swasembada kala itu kita masih mengimpor 10 persen dari kebutuhan. Padahal, saat itu penduduk Indonesia baru 100 juta jiwa lebih. Tetapi, di zaman Presiden Jokowi (Joko Widodo, Red), jumlah penduduk sudah dua kali lipat, kita bisa swasembada sempurna, atau nol impor. Jawa Timur penyuplai nomor satu Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mendukung program percepatan tanam dengan menyiapkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi yang diatur pemerintah. “Dari stok ratusan ribu ton tersebut, terdiri dari pupuk bersubsidi Urea sebanyak 71.922 ton atau setara 186 persen dari ketentuan minimum yang diatur pemerintah dan NPK sebanyak 247.285 ton atau 185 persen dari ketentuan,” paparnya.
Digna pun memastikan bahwa pupuk bersubsidi akan disalurkan kepada petani sesuai dengan regulasi pemerintah. Adapun petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022, yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), dan menggarap lahan maksimal dua hektare.
“Selain itu, komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk, antara lain padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA: Ratusan Guru Ngaji di Ring Satu Petrokimia Gresik Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis






