Gresik (beritajatim.com) – Saat musim hujan, Pemerintah Daerah (Pemda) Gresik dihadapkan pada masalah banjir yang sering melanda wilayah perkotaan. Salah satu jalan yang kerap terkena dampak banjir adalah Jalan Samanhudi yang berdekatan dengan pasar.
Untuk mengatasi permasalahan banjir ini, Pemda setempat melakukan pekerjaan crossing di Jalan Samanhudi. Jalan yang terdampak oleh pekerjaan saluran air ini juga telah direkondisi. Saat ini, yang masih perlu diselesaikan adalah saluran samping.
Crossing sebelumnya hanya memiliki lebar 1,5 meter, namun sekarang telah diperlebar menjadi 3×2 meter. “Panjang saluran yang diperlebar adalah 10 meter dengan dipasang 9 unit box culvert,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatus Sadiyah, pada Minggu (12/11/2023).
Selain pemasangan box culvert, lanjutnya, jalan yang sebelumnya digaruk untuk pekerjaan itu juga sudah direkondisi. Pengaspalan telah dilakukan untuk mengembalikan kondisi Jalan Samanhudi. “Aspal sudah dikembalikan, pekerjaan saluran ini sudah selesai,” tambah Ida.
Ida menjelaskan bahwa crossing di Jalan Samanhudi dianggap cukup penting untuk mencegah banjir di wilayah kota. Saluran air di atas jalan tersebut cukup besar, dan crossing yang diperlebar akan mempermudah aliran air menuju ke laut. Sebelumnya, di saluran ini seringkali ditemukan sampah-sampah besar akibat adanya jaring besi.
BACA JUGA:
Jelang Tutup Tahun, Gresik Petakan Kerawanan Kriminalitas
Pekerjaan juga melibatkan pemasangan udicth untuk saluran air di sepanjang Jalan Samanhudi sepanjang 112 meter. Proses pekerjaan masih berlangsung.
Saluran air di sepanjang Jalan Samanhudi memiliki dimensi 60 x 80 centimeter. Saluran ini diharapkan dapat membantu aliran air dari jalan agar mudah masuk ke drainase. “Selama ini, Jalan Samanhudi sering menjadi titik penumpukan air. Dengan perbaikan ini, diharapkan aliran air akan lebih lancar saat hujan,” tutup Ida. [dny/but]






