Gresik (beritajatim.com) – Kepala BPBD Gresik, Darmawan menegaskan berita mengenai banjir yang menghanyutkan puluhan mobil di Kecamatan Driyorejo Gresik akibat jebolnya tanggul di Sungai Brantas, tidak benar alias hoaks.
Menurut Darmawan, berita hoaks yang di viralkan di media sosial (Medsos) itu terjadi di Selangor Malaysia satu tahun yang lalu. “Itu semua hoaks dan informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Kamis (23/02/2023).
Ia menambahkan, saat ini penanganan banjir di wilayah Driyorejo terus diupayakan agar warga bisa beraktivitas seperti biasa. Salah satu yang dilakukan meminimalisir air banjir dengan tumpukan karung berisi pasir agar tidak meluap kemana-mana.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hoaks”]
Sementara itu, secara terpisah Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyatakan dirinya menghimbau kepada warga yang daerahnya terdampak banjir berhati-hati terkait adanya banjir ini. “Jangan sampai banjir menyebabkan korban jiwa. Khususnya pada anak-anak, dan jangan berenang di lokasi banjir,” ujarnya.
Perwira menengah Polri itu mengatakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik saat ini ada empat kecamatan yang terdampak banjir. Keempat kecamatan itu diantaranya Balongpanggang, Menganti, Cerme dan Driyorejo. “Daerah yang kami sebut itu masih siaga satu dimana ketinggian air masih diatas 20 centimeter lebih,” pungkasnya. [dny/kun]






