Purwokerto (beritajatim.com) – Universitas Soedirman (Unsoed) barusaja menambah guru besar baru dalam berbagai bidang ilmu. Salah satunya adalah Prof Poppy Arsil STP MT PhD. Dalam pidatonya mengenai pangan halal dan lokal, ia menyatakan bahwa potensi Indonesia kaitan pangan lokal melimpah. Meski demikian ternyata Indonesia belum mampu memenuhi pasar halal tingkat lokal.
Prof Poppy Arsil dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pangan Unsoed kemarin Kamis (9/11/2023). Prof Poppy Arsil dikukuhkan bersama 4 guru besar lainnya. Tahun ini Unsoed mengukuhkan 40 guru besar dari berbagai ilmu.
Keempat guru besar lain di antaranya Prof Heru Adi Djatmiko sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Bakteriologi Tanaman, Prof Oedjijono sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Mikrobiologi. Selanjutnya Prof Dwi Sunu Widyartini sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Fikologi danProf Sofa Marwah sebagai Profesor dalam Bidang Ilmu Analisis Politik Indonesia.
BACA JUGA:Kemenkominfo Ajak Generasi Muda untuk Berinovasi dan Pahami Hak Kekayaan Intelektual
Dalam pidatonya Prof Poppy Arsil menyebutkan Indonesia merupakan pasar makanan halal terbesar sejak 2018. Meski demikian ternyata Indonesia blm mampu penuhi pasar halal lokal.
Maka dari itu Pemerintah Indonesia mewajibkan sertifikasi halal untuk produk produk makanan tentang sistem penjaminan halal. Terkait halal integral telah bagi umat Islam telah diatur dalam Surat Al Baqarah 168.
Poppy menuturkan sertifikasi halal dan logo digunakan untuk memenuhi persyaratan halal dari badan resmi. Halal disini tidak terbuat atau mengandung yang dilarang oleh umat Islam.
“Mengikuti perintah halal sesuai Allah berhubungan dengan atribut bersih dan hasilkan kesehatan yang baik. Cara holistik untuk sehatkan tubuh manusia adalah makanan halal dan sehat,” jelasnya.
Ia memaparkan daging yang di sembelih dengan metode halal terbukti teroksidasi lebih lambat dan mengandung lebih sedikit mikroba.
Pada bagian lain Prof Poppy menerangkan pergeseran makanan pokok beras ke terigu masih tetap berlangsung hingga sekarang. Hal ini karena konsumsi mie juga terus naik.
Terkait pangan lokal imbuhnya bukan merupakan pangan dari jarak jauh. Pangan lokal adalah produk lokal yang didistribusikan di wilayah desa kecamatan dan kabupaten.
Atribut pangan lokal murah dan sehat ini memiliki kualitas baik unik untuk mendukung petani dan ekosistem lokal dengan nilai gizi tinggi, sehat dan natural. Pangan lokal juga memiliki rasa yang khas.
BACA JUGA:Pengamat Exposit Strategic: Relasi Kekuasaan Jadi Awal Mula Tragedi MK
Prof Poppy menuturkan kebanggaan pada pangan lokal dan kemudahan proses dan pengolahan pangan menjadi pertimbangan penting dengan gaya hidup simpel dengan pendidikan dan pendapatan yang lebih tinggi. Di akhir pidato Prof Poppy menegaskan bahwa pangan lokal memberikan efek positif pada perekonomian lokal.
Perempuan kelahiran Padang Panjang Sumatera Barat ini memang sejak dulu menunjukkan geliat kejeniusan. Sejak bangku sekolah dasar mendapatkan nilai nilai tertinggi.
Riwayat pendidikan mengambil S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dilanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) kemudian di tahun 2000 mengajar di Unsoed prodi Teknik Pertanian.
Ibu dua anak kemudian melanjutkan S3 di Adelaide Australia dan sering melakukan riset pangan lokal. Dengan risetnya berhasil membawa ke Jurnal Internasional. Selain menjadi dosen kesibukan lain di Halal Center. (Aje)






