Jember (beritajatim.com) – Ada lima orang doktor yang nenyampaikan visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor periode 2024-2028 , di Gedunf Sutardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (8/11/2023). Namun hanya dosen Fakultas Matematika dan IPA Kahar Muzakhar yang mengkritisi kondisi kampus dalam paparannya.
Empat kandidat lainnya, kandidat petahana Iwan Taruna, Ika Barokah Suryaningsih, Sri Hernawati, dan Mohammad Na’im cenderung memuji kondisi dan perkembangan Unej saat ini. “Warga Unej harus serius melakukam proses pendidikan dan sangat perlu melakukan riil pengabdian kepada masyarakat. Tuntutan pergeseran zaman harus kita antisipasi,” kata Kahar.
Kahar mengkritik ketergantungan Universitas Jember terhadap sumber pendanaan dari PNBP (Penerimaan Negara Bykan Pajak) Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berasal dari mahasiswa. “Revenue seharusnya betul-betul berbasis kegiatan akademis. Saya merasakan kita mengalami keterbatasan dengan BLU (Badan Layanan Umum) ini. Ada ketergantungan pendanaan universitas dari SPP mahasiswa yang jumlahnya 60 ribu orang itu,” katanya.
Kahar juga mengkritik adanya fakta dosen yang mendapatkan dana hibah dari pemerintah atau pihak lain untuk mengerjakan proyek tanpa koordinasi yang jelas. “Konektivitas dengan dunia bisnis juga minim. Hanya ada satu dua profesor yang punya. Yang lainnya nonsense, termasuk saya,” katanya.
Kahar mengingatkan, tidak ada yang lebih penting bagi sebuah perguruan tinggi selain menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan. “Sebagai misi utama, kita harus menjadikan peningkatan mutu dan relevansi program pendidikan sebagai tonggak utama dalam mencetak lulusan berbekal keterampilan yang tak tergantikan bagi masa depan,” katanya.
Sementara itu, Sri Hernawati menyebut prestasi-prestasi yang diraih Unej dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini merupakan hasil dari implementasi program kegiatan yang tertuang dalam Rencana Strategis Bisnis (RSB) Unej 2020-2024.
Hernawati ingin menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi yang berkualitas, berwawasan lingkungan, bisnis, dan pertanian industrial serta bereputasi internasional. Dia juga ingin Unej menghasilkan dan mengembangkan sains, teknologi dan seni melalui proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang kreatif, inovatif, dan bernilai.
“Misi saya adalah mengembangkan sistem pengelolaan universitas yang transparan dan akuntabel berbasis teknologi informasi; dan mengembangkan jejaring kerja sama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Unej,” katanya.
Iwan Taruna yang saat ini masih menjabat Rektor Unej 2020-2024 juga menyebut capaian kampus di bawah kepemimpinannya tak lepas dari hasil dari implementasi program kegiatan dengan lima pilar utama yang tertuang dalam Rencana Strategis Bisnis (RSB) Unej 2020-2024.
Iwan mengatakan, rencana program kerja tahun 2024-2028 merupakan kelanjutan dari program yang diamanatkan dalam Rencana Strategis Bisnis periode sebelumnya. “Implementasi program kerja tersebut lebih fokus pada arah pengembangan Universitas Jember dalam kurun waktu 2024 2028, yaitu tercapainya ‘Research and Autonomous University toward World Cktss University’, dengan memprioritaskan akselerasi kansformasi dari PTN-BLU menjadi PTNBH dan secara bertahap menuju universitas berkelas dunia,” jelasnya.
Sementara itu M. Na’im berjanji membangun ekosistem akademik yang menjunjung tinggi kebinekaan, mengembangkan penelitian kolaboratif inovatif untuk menunjang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkarakter lokal religius.
“Selain itu juga menyediakan sistem pelayanan akademik dan non-akademik yang transparan, akuntabel, serta meningkatkan peran universitas dalam mendukung kinerja sivitas akademika,” kata Na’im.
Kandidar lainnya, Ika Barokah Suryaningsih ingin mewujudkan Universitas Jember sebagai universitas berkelas dunia yang otonom dan bermartabat berbasis agrotechnopreneurship. Ia berjanji merancang dan menerapkan pendidikan yang berkarakter Pancasila dengan berbasis pada pengetahuan, teknologi, dan seni.
Ika juga akan melaksanakanan penelitian dasar dan terapan di bidang pertanian industrial serta pengabdian kepada masyarakat berbasis pada kearifan lokal dan keberlanjutan. “Juga menguatkan kerja sama dengan berbagai stakeholders nasional maupun internasional untuk meningkatkan keunggulan kompetitif, mengimplementasikan tata kelola berbasis good university governance dan berstandar internasional, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang tanggap, tanggon dan trengginas,” katanya. [wir]
Berikut profil lima kandidat rektor Unej 2024-2028.
1. Mohammad Na’im, 57 tahun, dosen FKIP Unej
Visi: Menuju UNEJ Go Global Berkarakter Lokal Religious Nasionalis Berbasis Sain, Teknologi dan Seni
2. Ika Barokah Suryaningsih, 45 tahun, Ketua Kelompok Riset Tourism Management and Community Development
Visi: Mewujudkan Universitas Jember sebagai World Class University yang Otonom dan Bermartabat
berbasis Agrotechnopreneurship
3. Kahar Muzakhar, 55 tahun, dosen Fakultas MIPA
Visi: Mengukir Masa Depan yang Lebih Gemilang untuk Universitas Jember sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat yang Mendunia
4. Sri Hernawati, 53 tahun, dosen Fakultas Kedokteran Gigi
Visi: Transformasi Universitas Jember dari PTN-BLU Menjadi PTN-BH yang Berkeadilan
5. Iwan Taruna, 54 tahun, Rektor Universitas Jember 2020-2024
Visi: Menjadi Universitas Berkelas Dunia yang Adapatif, Inovatif, dan Berkarakter Pancasila






