Blitar (beritajatim.com) – Hujan belum turun di Kota Blitar meski sebagian wilayah seperti Kediri hingga Malang sudah diguyur. Akibatnya, warga Kota Blitar mulai kesulitan air bersih.
Sebanyak 26 Kepala Keluarga di Kelurahan Sentul dan Ngadirejo, Kota Blitar mulai mengalami kesulitan air bersih. Saat ini, kondisi air sumur warga di dua kelurahan tersebut menyusut cukup drastis.
Sehingga tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air untuk sehari-hari warga. Akibatnya warga pun terpaksa meminta bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar.
“Mulai tanggal 2 kemarin itu, kami mulai droping di lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul dan Ngadirejo, itu kisa kasih tandong beda-beda,” kata Korlap URC BPBD Kota Blitar, Khabib, Senin (6/11/2023).
BACA JUGA:
8 Desa di Kabupaten Blitar Belum Terjangkau Internet
BPBD Kota Blitar yang mendapatkan laporan itu langsung melakukan droping air bersih ke 2 kelurahan tersebut. Di sana, BPBD Kota Blitar memberikan beberapa tandon air yang akan rutin diisi dengan air bersih.
“Ini yang saya ketahui kemarin 4 titik semua di Jatimalang, satu titik di Ngadirejo juga sudah kami kasih tandon,” imbuhnya.
Rata-rata dalam satu titik lokasi, BPBD Kota Blitar memberikan 2 hingga 3 tandon air yang akan selalu rutin diisi oleh petugas. Setiap tandon air memiliki kapasitas 1200 liter air, yang bisa digunakan oleh keluarga yang terdampak kekeringan.
BACA JUGA:
Kejari Blitar Periksa Wakil Bupati Terkait Sewa Rumah Dinas
Saat ini permintaan bantuan air bersih masih terus berdatangan dari warga. BPBD Kota Blitar pun kini masih melakukan assesment satu titik lagi di Kelurahan Ngadirejo yang melaporkan adanya kekeringan.
“Yang di Ngadirejo itu sudah satu titik, ini satu titik lagi masih kami lakukan assesment,” imbuhnya .
Warga tentu berharap bantuan air terus digelontorkan oleh BPBD Kota Blitar. Sembari menunggu hujan turun di Bumi Bung Karno. [owi/beq]






