Jember (beritajatim.com) – Inflasi bulanan di Kabupaten Jember, pada Oktober 2023 terendah kedua di Jawa Timur. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan di Jember sebesar 0,10 persen dengan Indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 117,71. Inflasi tahunan (year on year) mencapai 3,18 persen.
Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,63 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,04 persen.
Inflasi tahunan tertinggi pada Oktober 2022- Oktober 2022 terjadi di Sumenep sebesar 5,29 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Madiun sebesar 2,41 persen. Provinsi Jawa Timur sendiri mengalami inflasi sebesar 3,25 persen.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulanan pada Oktober 2023 adalah bensin, beras, cabai rawit, bawang merah, upah asisten rumah tangga, gula pasir, mie kering instan, kacang panjang, daun pintu dan kangkung.
“Sementara komoditas yang menyumbang deflasi pada Oktober 2023 antara lain: telur ayam ras, jagung manis, mangga, jeruk, bahan bakar rumah tangga, kentang, tongkol diawetkan, semangka, cabai merah, dan bawang putih,” kata Kepala BPS Jember Tri Erwandi.
Nyoman Aribowo, anggota Komisi B DPRD Jember, menyebutkan besarnya peran Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi. “Karena kantor perwakilan Bank Indonesia di Jember dan koordinasinya dengan dinas-dinas terkait dalam konteks Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berjalan baik,” katanya, Kamis (2/11/2023).
Menjelang akhir tahun, menurut Nyoman, ada euforia masyarakat untuk membelanjakan uang karena momentum liburan. “Pertumbuhan ekonomi akan terdampak, namun juga berdampak ke inflasi. Tapi karena TPID bekerja baik, saya percaya inflasi di Jember akan tetap terjaga,” katanya. [wir]






