Bojonegoro (beritajatim.com) – Pintu air Waduk Pacal yang ada di Dusun Tretes Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro ditutup total. Penutupan dilakukan karena debit air mulai berkurang, Senin (23/10/2023).
Waduk Pacal yang memiliki luas tampungan air secara normal 42 juta meter kubik itu biasanya digunakan untuk irigasi pertanian seluas 16.624 hektare yang tersebar di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno.
Pada musim kemarau ini, menurut salah satu petugas jaga di Waduk Pacal, Pujiono, kondisi debit air surut. Pada 16 Oktober 2023 jumlah tampungan air di waduk yang dibangun pada 1933 itu tinggal 4 juta kubik. “Pintu air mulai ditutup total pada tanggal 20 Oktober,” ujarnya.
Berkurangnya debit air di Waduk Pacal membuat sejumlah lahan di tepian waduk juga terlihat sudah mulai mengering.
Untuk diketahui, distribusi pengairan untuk irigasi di Waduk Pacal ini biasanya dibagi beberapa tahap. Pada tahap pertama awal musim tanam, tahap kedua masa pertumbuhan hingga tahapan jelang panen.
Pada tahap 1 awal musim tanam pertanian pelayanan diberikan sebesar 3.600 meter kubik perdetik selama 30 hari hingga masa tanam selesai. Kemudian, pada tahap kedua layanan untuk petani yang menanam padi sekitar 1.500 meter kubik perdetik selama 30 hari. [lus/kun]
BACA JUGA: Peningkatan Penanganan Kebakaran di Bojonegoro Mulai Agustus, Setahun Terjadi 443 Kejadian






