Magetan (beritajatim.com) – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds masih memetakan luasan hutan yang terdampak karena kebakaran selama 12 hari, mulai 29 September 2023 hingga 10 Oktober 2023.
Teranyar, data dari KPH Lawu Ds, total 2.004,63 hektar. Untuk wilayah Ngawi mencapai 1.304,13 hektar, sementara sisanya masuk wilayah Magetan. Untuk wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, masih belum ada update resmi terkait data luasannya.
“Kami masih terus terjunkan tim drone untuk melakukan pemantauan dari udara. Khususnya per petak untuk diukur secara akurat. Mereka yang memantau di lapangan secara langsung. Sehingga, luasan yang terdampak nantinya bisa diukur dengan tepat,” kata Agus Ahmad Fadholi, Administratur KPH Lawu Ds, saat ditemui di Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Kantor Desa Ngiliran, Panekan, Magetan, Jawa Timur, Selasa (10/10/2023).
Agus mengatakan, dari luasan tersebut yang paling terdampak adalah hutan lindung yang di dalamnya ada pohon rimba campur, semak belukar, ilalang dan ada tanaman lain. “Untuk kerugian secara finansial masih belum bisa dipastikan,” kata pria yang membawahi 9 Badan KPH itu.
Untuk saat ini, dari pemantauan sementara maish terdapat titik api di petak 51 masuk RPH Bedagung masuk Desa Ngiliran Kecamatan Panekan, Magetan. “Semoga segera bisa dipadamkan. Tadi, helikopter water bombing sudah melakukan penanganan,” pungkasnya. [fiq/kun]
BACA JUGA: 11 Hari Gunung Lawu Terbakar, 2.000 Hektar Hutan Ngawi Ludes






