Blitar (beritajatim.com) – Dukungan untuk Cawapres dan Bacawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar terus mengalir dari sejumlah kiai Nahdlatul Ulama di Kabupaten Blitar.
Bahkan saat ini sudah ada sekitar 50 persen dari jumlah kiai NU yang ada di Bumi Bung Karno telah menyatakan dukungannya ke Pasangan AMIN yang diusung partai Nasdem, PKB serta PKS.
Pondok pesantren salafiyah di Kabupaten Blitar sendiri jumlahnya mencapai puluhan. Dengan jumlah Ponpes yang cukup banyak, maka jumlah kiai NU di Blitar juga cukup banyak.
Maski saat ini jumlah Kiai NU yang mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hanya setengahnya, namun diperkirakan dukungan itu akan terus meningkat.
“Kalau hari ini, kalau di kalangan Kiai NU Blitar itu masih 50 persen 50 persen itu kalau Pilpres dilaksanakan hari ini, itu masih bisa bertambah tinggal bagaimana mensinergikan saja,” kata Kiai Farhan, Takmir Masjid Agung Miftahul Jannah Kabupaten Blitar, Sabtu (30/09/23)
Sosok Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sendiri dipandang sebagai pasangan yang saling melengkapi. Sebab duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang disingkat AMIN, dengan komposisi koalisi PKB, Nasdem, dan PKS merupakan wujud konkret kerjasama membangun peradaban dunia baru.
Menurutnya Muhaimin Iskandar merupakan sosok yang telah teruji di berbagai kalangan, lebih-lebih di tengah-tengah warga dan ulama Nahdlatul Ulama (NU). Gus Imin pun diyakini oleh para kiai NU Kabupaten Blitar mampu mewujudkan komunikasi yang lebih baik lagi dalam memperjuangkan umat islam di kancah perpolitikan.
“Ini juga tugas kita untuk mensosialisasikan bahwa kolaborasi ini layak untuk menjabat, kalau terakhir kami ketemu langsung dengan timnya cak Imin di Ponpes Tebu Ireng melihat diskusi tokoh-tokoh yang hadir bisa menerima dengan penjelasan situasi kondisi latar belakang yang mendasari,” imbuhnya.
Baca Juga:
Anies-Muhaimin Kumpulkan Kiai Sepuh se-Jatim di Denanyar Jombang
Kiai Farhan pun menyebut bahwa ini menjadi tugas dari seluruh kader PKB yang ada di Blitar, untuk mengenalkan sosok pasangan AMIN ke para kiai sepuh NU. Dengan begitu maka potensi pasangan AMIN menang di Kabupaten Blitar semakin besar.
Warga Nahdliyin di Bumi Bung Karno sendiri jumlahnya cukup besar. Bila pasangan AMIN didukung oleh para Kiai NU maka potensi suara nahdliyin lari ke pasangan Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar juga cukup besar.
Hal itu terlihat dalam kontestasi Pilkada 2019 lalu, dimana suara pada nahdliyin di Kabupaten Blitar lari ke PKB. Sehingga pasangan yang diusung oleh PKB menang pada waktu itu.
“Suara NU di Blitar ini cukup tinggi, makanya perlu bagi seluruh kader utamanya PKB agar mengelakan sosok AMIN ke para kiai,” tutupnya.
Selebihnya, Kiai Farhan berharap dukungan dari kalangan ulama dan pesantren yang sejauh ini terus mengalir dapat menjadi dorongan positif bagi Cak Imin dan Anies Baswedan dalam perjalanan politik mereka menuju pemilihan presiden yang akan datang.
Misi PBNU dengan jargon membangun peradaban baru dunia dan mendengungkan tema perdamaian, harus diperjuangkan melalui langkah-langkah konkret salah satunya melalui jalur politik. Untuk melaksanakan misi itu, kini diperlukan kolaborasi, sinergi dan kerjasama dari berbagai kekuatan. (owi/ted)






