Gresik (beritajatim.com) – Tradisi perayaan molod, atau Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Bawean, Gresik, digelar meriah oleh masyarakat setempat.
Setiap desa dan warganya berbondong-bondong membuat Angkaan Molod di atasnya yang diisi bunga telur serta beragam makanan yang nilainya mencapai jutaan rupiah.
Di Pulau Bawean, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sebutan lain yakni Angkatan Molod semacam tumpeng besar berisi makanan menjulang tinggi.
Bedanya Angkatan Molod pasti ada Bunga Telur. Secara arti, Bunga disebut melambangkan kegembiraan sedangkan Telur melambangkan kelahiran. Filosofi ini menggambarkan kegembiraan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bunga Telur itu berbentuk bunga dari anyaman yang diletakan di atas untuk hiasan Angkatan Molod. Angkaan Molod ini sebuah wadah dalam ukuran besar yang diisi berbagai macam makanan. Makanan yang khas yakni Dodol Bawean dan Jubede.
Abdul Hamid (45) warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura mengatakan, di desanya Angkaan Molod baru dilaksanakan pada hari Minggu mendatang. Namun, masyarakat sudah mulai mempersiapkan untuk perayaan tersebut.
“Bunga Telur ini dulunya dibuat dari bambu yang dibentuk seperti seperti wadah yang tinggi. Namun karena perkembangan jaman, anyaman bambu ini perlahan diganti dengan wadah siap pakai,” katanya, Kamis (28/09/2023).
Baca Juga: Peringati Maulid Nabi, MAN 1 Tuban Gelar Sholawat Akbar
Hamid menceritakan, setiap rumah biasanya membuat Bunga Telur ini. Kemudian saat hari perayaan tiba, Bunga Telur dibawa ke masjid atau mushola sekaligus berdoa. Setelah acara selesai, Bunga Telur yang berisikan beragam makanan ini dimakan bersama-sama dan dibagikan kepada masyarakat.
‘Disini ada tukar menukar antar warga. Memang filosofinya dari dulu begitu sampai sekarang,” ujarnya.
Masih menurut Abdul Hamid, dulu Angkatan Molod biasa dilakukan dengan sistem barter. Masyarakat bebas mengisi Bunga Telur sesuai keinginannya.
“Kalau sekarang isi Bunga Telur nilainya bisa mencapai Rp 2 juta. Kemudian dimakan bersama-sama dan dibagikan,” paparnya.
Saat memperingati Angkatan Molod lanjut Abdul Hamid, masyarakat tidak memikirkan berapa nilai yang dihabiskan untuk membuat Bunga Telur. Yang jelas, masyarakat Pulau Bawean ingin membuat Bunga Telur lebih bagus lagi dibanding tahun lalu.
“Masyarakat disini sudah berniat membuat Bunga Telur dengan berbagai isi makanan meski habis banyak. Memang ini bentuk syukur memperingati Angkatan Molod,” pungkasnya. (dny/ted)






