Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua PDIP Jawa Timur, Edi Tarmidi meminta pengurusan izin di fasilitas satu atap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dipermudah. Dia mengaku mendapat banyak keluhan dari pengusaha terkait ribetnya pengurusan izin.
“Jadi kemarin teman pengusaha ada aspirasi ke saya untuk diteruskan kepada teman-teman satu atap untuk dipermudah masalah pengurusan perizinan,” kata Edi, Kamis (28/9/2023).
Dia mendapat aduan pengusaha yang merasa lelah dalam pengurusan perizinan di satu atap. Meski demikiian, Edi mengatakan, perizinan di Surabaya sangat luar biasa bagus karena sudah terintegrasi di satu lokasi.
“Saya sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya, dalam hal perizinan satu atap,” katanua.
Namun sangat disayangkan jika dalam satu atap, di dalamnya masih banyak meja yang harus didatangi. Hal itu justru membingungkan para pengusaha.
“Memang dalam seluruh perizinannya satu atap, tetapi sangat disayangkan jika masih ada meja-meja yang membuat pengusaha bingung dan kesulitan untuk mengurus izinnya untuk usaha,” jelas ETW, sapaan akrab Edi, yang juga mencalonkan diri sebagai Bacaleg di kota Surabaya ini.
BACA JUGA:
Terpidana Penipuan Rp 8,6 Miliar Ditangkap Tim Tabur Kejari Surabaya
Pria berdarah Tionghoa tersebut melanjutkan bahwa setiap aspirasi yang masuk kepadanya selalu berkaitan dengan perijinan, yang notabene sulit dan tidak mudah untuk pemrosesannya.
“Banyak aspirasi masyarakat terutama teman-teman pengusaha yang mengeluhkan terkait pemrosesan perijinan, yang notabene sulit dan tidak mudah dalam pemrosesannya,” terang Edi.
BACA JUGA:
Pemerintah Resmi Larang Tiktok Shop, Ini Tanggapan Akademisi UM Surabaya
Edi menegaskan, terkait permasalahan perijinan solusinya adalah pihak dinas-dinas terkait yang tergabung dalam satu atap, naungan Pemkot Surabaya dengan harapa jemput bola untuk menetralisir keadaan tersebut.
“Dengan harapan pihak-pihak yang terkait dalam lingkup satu atap dalam naungan Pemkot Surabaya seharusnya jemput bola untuk menetralisir keadaan tersebut, jangan dibiarkan birokrasi seperti itu, kasian yang ingin usaha menafkahi keluarganya,” pungkas Edi. [asg/beq]






