Malang (beritajatim.com) – Pemerintah resmi melarang layanan Tiktok Shop. Akibat larangan tersebut membuat trending di Twitter.
Menurut Prof. Dr. Rofiaty, S.E., M.M., TikTok shop sebenarnya dapat membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Terkait sejumlah pedagang pasar konvensional , salah satunya di Tanah Abang maupun Pasar Kapasan Surabaya yang merasa sepi pembeli karena terdampak TikTok Shop, Prof Rofiaty memandang bahwa pelaku bisnis harus fleksibel. Pedagang konvensional harus adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Pelaku bisnis harus fleksibel untuk menyesuaikan pasar,” ujar Profesor aktif ke 23 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) saat konferensi pers beberapa waktu lalu.
Prof. Rofiaty, menjelaskan persaingan bisnis sudah memasuki era digital yang berlaku secara global. Kondisi ini menuntut pelaku bisnis beradaptasi terhadap perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal.
“Pelaku bisnis konvensional harus memperbarui informasi agar mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: Dampak Tiktok Shop, Grosir Pasar Kapasan Surabaya Sepi
Bahkan, hasil penelitiannya menunjukkan beberapa UMKM saat sudah kreatif dan memiliki berbagai platform sendiri untuk berjualan online.
“TikTok shop, Instagram, Shopee, dan yang lain mereka punya. Jadi menurut saya, E Commerce sangat membantu UMKM,” ujar Profesor pada hari Minggu 24 September 2023 lalu.
Rofiaty saat membawakan orasi ilmiah tentang persaingan bisnis yang memasuki era digital dan persaingan global. Menurutnya, pedagang konvensional juga bisa meminta bantuan terhadap generasi Z yang ada di sekitar.
“Siap atau tidak, perubahan itu terjadi. Pedagang yang punya anak atau keponakan generasi Z bisa diminta bantuan membuatkan itu, mungkin pedagang usianya mungkin sudah di atas 50 tahun,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”UB-Malang”]
Selain itu, dia berharap ada bantuan dari dinas terkait atau pengelola pasar untuk membantu memberi support terkait pemasaran. “Memang untuk mengatasi maraknya E-Commerce semua pihak harus terlibat, termasuk pemerintah,” tutupnya. (dan/ted)






