Gresik (beritajatim.com) – Perusahaan smelter terbesar PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar rembuk akur dengan organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk mewujudkan ‘Gresik Tangguh’ di sekitar perusahaan khususnya Kecamatan Manyar.
Rembuk akur dikemas dengan acara dialog bersama itu, melibatkan para pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan unsur lainnya terkait pembangunan proyek PTFI yang sudah berprogres 74 persen.
Kegiatan ini ketiga kalinya sudah dilakukan PTFI. Di acara rembuk akur tersebut, juga hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, M.Munir.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Tingkat Inflasi Tinggi, Termasuk Jawa Timur
Hasil dari acara itu, disepakati tata kelola dan pemetaaan isu prioritas. Hal ini bertujuan dapat menjadi panduan PTFI dalam membangun rencana strategis pemberdayaan masyarakat yang optimal di masa mendatang.
“Pada rapat pleno kali ini, para peserta rembuk akur akan mempelajari hasil studi Universitas Airlangga Surabaya mengenai ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kabupaten Gresik, dengan tetap mempertimbangkan visi dan misi dalam menentukan prioritas kegiatan bersama,” ujar Vice President Business Process, Smelter & Refining PTFI Smelter, Aripin Buman, Senin (18/09/2023).
Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik, M.Munir menuturkan, pihaknya mengapresiasi upaya implementasi program CSR yang dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur. Pemerintah berharap masyarakat tidak lagi menjadi objek, namun turut menjadi subjek terhadap kemajuan industri Indonesia.
Baca Juga: Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep dan Pemkab Negosiasi dengan Ahli Waris
“Rembuk akur yang digagas PTFI mengkedepankan kajian yang kemudian kita rembuk bersama, sehingga apa yang nanti menjadi kebutuhan masyarakat Gresik akan terintegrasi,” tuturnya.
Untuk itu lanjut dia, masyarakat agar bersabar dalam mengikuti proses rembuk akur, karena proses diskusi ini membutuhkan waktu.
“Metode ini merupakan metode yang baik, karena melibatkan semua elemen masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, PTFI Smelter turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan terhadap PTFI hingga sekarang. Hal senada apresiasi kepada Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang telah melakukan studi sosial di Gresik. (dny/ian)






