Bojonegoro (beritajatim.com) – Hasil panen tembakau dari petani di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar masih dijual kepada para tengkulak. Apalagi masa panen 2023 ini kualitas tembakau cukup baik, sehingga petani tak perlu pusing mencari pembeli.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Imam Nurhamid, petani tembakau pada masa panen 2023 ini cukup diuntungkan. Karena harga tembakau cukup tinggi.
“Untuk masalah penjualan, tahun ini petani di Bojonegoro rata-rata sudah dibeli oleh tengkulak. Jadi petani tidak sampai mengecer ke penjual,” ujarnya, Selasa (12/09/2023).
Masa panen pertengahan ini, lanjut Imam, banyak tengkulak yang cari tembakau. Beda jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu hasil panen tembakau di Bojonegoro segi kualitas kurang bagus, sehingga petani bingung dalam hal pemasaran.
Sementara menyikapi adanya peristiwa penghadangan truck bermuatan tembakau di Madura yang diduga berasal dari Bojonegoro, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi bersama multistakeholder agar penjualan tembakau tidak memunculkan konflik.
“Konflik tersebut bisa menjadi bahan pembahasan dalam rapat multistakeholder dalam penjualan tembakau,” terangnya.
Untuk diketahui, harga tembakau rajangan kering jenis virginia asal Kabupaten Bojonegoro perkilogramnya bisa mencapai Rp50 ribu lebih. Saat ini petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro sudah memasuki masa panen keempat sampai kelima. [lus/kun]
BACA JUGA: Berbelit, Hakim Ancam Tahan Mantan Camat Padangan Bojonegoro






