Surabaya (beritajatim.com) – Caleg DPR RI Dapil Jatim 1, Angela Tanoesoedibjo berharap sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa naik kelas. Sehingga, terjadi penyerapan tenaga kerja dan mampu mengurangi angka pengangguran.
“Kita dorong bersama supaya UMKM bisa naik kelas. Dari satu gerobak bisa menjadi dua, tiga, empat gerobak. Nanti bisa semakin banyak lagi pekerja yan dipekerjakan. Saya juga sempat tanya, ternyata setelah ada gerobak Perindo omset meningkat. Ada yang dua kali lipat,” kata Angela saat menghadiri acara Makan Gratis Gerobak Perindo di Lapangan Parkir MNC Tower Surabaya, Sabtu (2/9/2023).
Dalam acara Makan Gratis Gerobak Perindo ini, Angela memborong semua makanan pedagang yang dijual lewat Gerobak Perindo. Setidaknya, ada enam gerobak yang didatangkan. Para penjual menyajikan beragam menu tradisional. Di antaranya, jus buah, rawon, semanggi Suroboyo, mie ayam, penyetan dan bakso.
“Kita beli juga produk mereka. Sekarang kita bagikan pada warga. Supaya kita bisa berinteraksi dengan warga dan bisa hadir di tengah warga dan mendengar aspirasi warga,” katanya.
Menurut Angela, ketika bisnis dari pelaku UMKM ini meningkat, maka tentu akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif itu ingin, agar gerobak dari pelaku UMKM ini bisa terus bertambah. “Kita terus mendorong penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Angela menghadiri acara Makan Gratis Gerobak Perindo di Lapangan Parkir MNC Tower, Nomor 21 Surabaya sekitar pukul 17.00 WIB.
Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif ini langsung meninjau gerobak Perindo. Setidaknya, ada enam gerobak Partai Perindo. Para penjual menyajikan beragam menu tradisional. Di antaranya, jus buah, rawon, semanggi Suroboyo, mie ayam, penyetan dan bakso.
Uniknya, Angela menyempatkan diri untuk belajar meracik menu mie ayam. Mulai dari mengeluarkan mie dari tungku, kemudian memasukkan sejumlah bumbu. Sang penjual mie tampak sabar mengarahkan Angela bumbu dan sayur apa saja yang dimasukkan ke dalam mie ayam.
Setelah menu mie ayam selesai, Angela lantas membagikannya kepada warga yang sudah mengantre untuk mendapat menu bikinan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) itu. Setelah itu, mereka kemudian berswafoto dengan Angela.
Angela mengaku ternyata susah membuat mie ayam. Meski sekilas seperti membuat mie instan, tapi dalam meracik bumbunya berbeda. Belum lagi kuahnya yang dirasa cukup panas dengan asap mengepul. Hal itu cukup menyulitkannya membuat mie ayam. “Tadi saya tanya, ini berapa sendok bawangnya. Ya sekiranya saja (kata penjual). Nah, secukupnya itu berapa.Ternyata masak itu ada feeling, ada seninya sendiri,” pungkas Angela. (tok/kun)
BACA JUGA: Puluhan Emak-emak Ikuti Senam Bersama Bacaleg Partai Perindo di Surabaya







