Ngawi (beritajatim.com) – Identitas mayat pria yang ditemukan mengambang di Bengawan Solo masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur belum diketahui.
Mayat pria berbaju belang itu ditemukan pemancing pada Jumat (1/9/2023) pukul 13.00 WIB. Pun, usai dievakuasi ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi, hingga kini identitas pria itu belum diketahui.
Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir mengatakan sejauh ini pengungkapan identitas terkendala kondisi jenazah. Sidik jari sudah rusak sehingga tak memungkinkan jika dicek menggunakan alat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).
“Belum diketahui identitasnya, karena untuk sidik jari sudah rusak dan kurang dari 50 persen keakuratannya,” kata Juwahir pada beritajatim.com, Sabtu (2/9/2023).
Selain itu, belum ada yang melaporkan kehilangan keluarga. Pun, Juwahir memperkirakan jika mayat tersebut kemungkinan tidak berasal dari wilayah Ngawi. Namun, dirinya bakal menunggu laporan dari masyarakat yang merasa kehilangan keluarga.

Pun, pihak Polres Ngawi telah mengeluarkan pengumuman terkait ciri-ciri mayat yang meninggal kurang lebih 2-3 hari yg lalu dengan Ciri-ciri Korban:
1. Mayat seorang laki-laki, Umur 20-30 tahun.
2. Tinggi badan 176, berjenggot 1,5cm, berjambang 3 cm.
telunjuk jari kiri dibagian kuku menumpuk.
3. Rambut panjang hitam lurus 10cm.
4. Mengenakan kaos berkerah motif garis-garis Warna hitam ada bordiran di bagian saku kiri bertuliskan 007.
6, Tangan dan kaki berbulu.
Pun, siapa saja yang merasa memiliki kenalan, teman, atau saudara dengan ciri diatas bisa memeriksa langsung di Kamar Jenazah Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria ditemukan mengambang di Bengawan Solo masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi pada Jumat (1/9/2023) pukul 13.00 WIB. Mayat tanpa identitas itu tampak menggunakan kaos bermotif garis.
Mayat pria itu pertama kali ditemukan oleh pencari ikan. Mereka terkejut ketika melihat mayat yang mengambang di pinggir bengawan. Mereka pun segera menghubungi warga lain dan melapor polisi. Pun, pihak Polsek Kedunggalar Ngawi mendatangi lokasi. Mereka meminta tolong relawan potensi untuk membantu proses evakuasi.
Joko Tris, salah seorang relawan menceritakan proses evakuasi sempat terkendala medan. Lokasi korban berada di pinggir tebing sungai yang curam. Sehingga tidak bisa langsung diangkat. “Akhirnya pinjam perahu milik warga. Kami memutar dua kilometer untuk mengevakuasi jenazah tersebut. Akhirnya jenazah bisa kami evakuasi di lokasi yang mduah dijangkau mobil jenazah,” kata Joko.
Sementara itu, Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir mengatakan bahwa jenazah korban memakai kaos belang-belang atau bermotif garis. Sementara usianya diperkirakan berumur 40 tahun. “Identitasnya belum diketahui. Ini kami evakuasi ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi guna diperiksa lebih lanjut,” kata Juwahir. Dia berpesan pada masyarakat agar segera melapor jika ada anggota keluarga yang hilang. [fiq/kun]
BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo Kedunggalar Ngawi






