Kediri (beritajatim.com) – Desy Nurlailatul Khoiriyah, gadis asal Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri yang meninggal dan mayatnya dimasukkan ke dalam karung memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ayahnya.
Ela, begitu panggilan akrab Desy Nurlailatul Khoiriyah, korban pembunuhan yang mayatnya dimasukkan karung lebih dekat dengan sang kakek Maryono (72) ketimbang ayahnya sendiri SP (44).
Sejak masih bayi hingga dewasa, gadis fotokopi (pegawai fotokopi) diasuh dan dibesarkan oleh sang kakek. Sedangkan ayahnya tinggal di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Baca Juga : Ibu Mayat dalam Karung di Kediri Curigai Suami, Ini Alasannya
Menurut Maryono, sebelum peristiwa tragis menimpa cucu tersayangnya, Ela sempat dilarang ayahnya berpacaran. SP mengetahui anak gadisnya dekat dengan seorang pemuda dari Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih.
“Kulo tangkleti ajenge mulosoro lare Dukuh. Dia bersama keponakannya. Terus saya bilang, kamu kalau nangani orang Dukuh, kulo laporkan ke Polsek,” kata Maryono.
Masih cerita Maryoni, pada Hari Minggu sebelum kejadian, Ela libur kerja. Dia janjian dengan remaja asal Desa Dukuh itu untuk pergi ke acara pernikahan temannya di Desa Kolak, Kecamatan Ngadiluwih.
Baca Juga : Update Mayat dalam Karung : Gadis Fotocopy Mati Karena Ini
“Hari Minggu anak Dukuh itu datang karena Ela prei kerja. Mereka semayanan mau ke tempat temannya yang menikah di Desa Kolak. Ternyata ayahnya menyelidiki,” kata Maryono.
Mengetahui Ela memiliki teman dekat, SP kemudian menemui korban. Pria yang bekerja sebagai pekerja pengiriman telur ayam itu mengajak keponakannya ke Kediri.
“Ayahnya arepe gerakkne keponakane untuk nempelengi anak Dukuh itu. Trus saya bilang, kamu mau nangani orang, apa ndak kena hukuman. Ayahnya bila, yo iso erepe tak ukumne kabeh,” imbuh Maryono meniru ancaman SP kepada teman Ela.
Bukan pada saat Ela memiliki teman pria saja, sejak dahulu gadis fotokopi itu kerap menerima perlakuan kasar dari ayahnya. Bahkan, kata Maryono, pernah suatu ketika cucunya wadul bahwa, dia baru saja diludahi oleh ayahnya.
Baca Juga : Update Mayat dalam Karung : Gadis Fotocopy Mati Karena Ini
Maryono pun menaruh curiga pada menantunya itu dalam kasus kematian cucu tersayangnya. Dia berharap, polisi bisa segera menemukan SP untuk dimintai keterangan yang sebenarnya.
Sementara itu, Satreskrim Polres Kediri masih terus menyelidiki kasus kematian Ela yang mayatnya di dalam karung dan dibuang di area sawah Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra baru menerangkan hasil autopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Kediri terhadap jenazah gadis fotokopi itu.
Hasilnya diketahui bahwa, korban masih hidup ketika dimasukkan ke dalam karung dan dibuang. Sementara penyebab kematian korban karena lemas setelah terendam air selokan. [nm/ted]






