Surabaya (beritajatim.com) – Kemenangan kota Malang dengan skor akhir 5-4 melawan Kabupaten Pasuruan di gelaran Porprov Jawa Timur ke VIII, cabang olah raga futsal di Fathi Futsal Center Tanggulangin, Sidoarjo, berakhir ricuh.
“Awalnya gara-gara selebrasi di gol akhir kemenangan Kota Malang, itu pemicunya. Dan kita tidak tahu apakah tim sebelah tersinggung atau bagaimana, tiba-tiba sudah adu jotos sampai masuk ke dalam lapangan futsal, kita sudah sempat merelai namun namanya anak-anak masih labil, satu dihimbau yang lain justru berkata lain. Akhirnya tidak terkendali,” ungkap Bagus Orton, pelatih tim futsal Kota Malang, Selasa (29/8/2023).
Lebih lanjut dikatakan Orton, dampak dari kericuhan yang terjadi, salah satu kiper fitsal Kota Malang harus dilarikan ke rumah sakit karena cidera yang diduga dikeroyok dalam insiden tersebut. “Iya kita ada satu pemain yang sedikit parah. Saat ini masih dilakukan penanganan di rumah sakit di Sidoarjo karena kepala sebelah kiri ada benjolan, karena indikasinya dikeroyok. Kita menunggu hasil dari rumah sakit,” ucapnya.
Kota Malang berbesar hati untuk tidak melakukan pelaporan yang terjadi kepada perangkat pertandingan atas insiden kericuhan yang terjadi, bahkan tim Futsal Porprov Kota Malang siap menerima konsekuensi yang diberikan Komite Disiplin jika memang terbukti menjadi provokator kejadian insiden kericuhan.
“Kita tidak melawan perangkat pertandingan dalam kasus ini, karena ini aksi saling balas, jadi kalau ada laporan dari pandis kita terima saja. Bahkan kalau pandis memberikan sanksi dengan benar, kita akan terima namun jika keputusan pandis ini berat sebelah, ya tentu kita akan banding,” ucapnya.
Sementara Munir Khan, Tecnical Delegated Porprov Futsal Jawa Timur membenarkan jika ada sedikit kericuhan yang terjadi antara kota Malang melawan Kabupaten Pasuruan. Dan saat ini Tecnical Delegated tengah menunggu laporan khusus yang dibuat oleh perangkat pertandingan yang bertugas di pertandingan.
“Ya memang benar tadi ada sedikit kericuhan setelah selesai pertandingan, saat ini perangkat pertandingan dimana wasit dan macthcom tengah membuat laporan khusus, dari laporan khusus itu akan kami lanjutkan ke Pandis Futsal Porprov dan dari pandis ini akan diberi sanksi apa kepada para pemain yang melakukan perkelahian ini,” kata Munir ketika dihubungi melalui telepon selulernya.
Bahkan menurut Munir akan ada catatan tersendiri dari laporan khusus yang dibuat oleh perangkat pertandingan dimana siapa pemicu pertengkaran yang terjadi di dalam lapangan futsal usai pertandingan. “Sanksi pasti ada kepada pemain yang memicu adanya pertengkaran karena pasti ada provokatornya dan itu jelas akan di berikan sanksi kepada pandis nanti begitu prosedurnya,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya pertandingan cabang olah raga Futsal Pekan Olah raga Propinsi Jawa Timur ke VIII ini baru dimulai pada Selasa (29/8/2023) pagi, namun sayang di pertandingan ke empat dimana Kota Malang melawan Kota Pasuruan harus berakhir ricuh.
Diketahui ada 7 pertandingan setiap harinya, untuk hari pertama ini ada Kabupaten Kediri melawan Kota Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo melawan Kabupaten Jember, Kabupaten Sidoarjo melawan Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pasuruan melawan Kota Malang, Kabupaten Jombang melawan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Pamekasan melawan Kabupaten Ponorog. (way/kun)
BACA JUGA: 5 Maskot Porprov Jawa Timur Simbol Kearifan Lokal Bawa Spirit Raih Juara






