Surabaya (beritajatim.com) – Gempa terjadi hari ini, Selasa (29/8) di dua wilayah yang berbeda di Indonesia. Kabar ini diumumkan langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bahkan, guncangan gempa ini juga bisa dirasakan hingga wilayah Jawa Timur.
Titik gempa pertama terjadi di 180 km tenggara Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, dengan kekuatan magnitudo 7.4. Tak berselang lama, gempa lain berkekuatan magnitudo 6.5 terjadi di lokasi yang berbeda, yaitu 94 km timur laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Selang waktunya hanya berbeda waktu 29 detik.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, getaran gempa terasa cukup kuat di Jawa Timur, terlebih di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Hal ini kemudian menjadi pengingat akan pentingnya mengetahui langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi dampak dari gempa bumi.
Dengan pemahaman ini, diharapkan jumlah korban baik yang luka maupun yang meninggal dapat di minimalisir ketika gempa berikutnya terjadi.
BACA JUGA: Gempa Bumi Terasa Hingga Jawa Timur, Ini Doa yang Bisa Dibaca
Salah satu bentuk langkah antisipatif yang bisa dipelajari adalah tindakan yang sebaiknya dilakukan saat gempa terjadi.
Dengan mengetahui tindakan tersebut, peluang kelangsungan hidup bagi mereka yang berada di lokasi rawan dan tidak dapat dengan cepat mencari tempat yang lebih aman dapat ditingkatkan.
Dilansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan RI, berikut adalah beberapa langkah penting yang sebaiknya diambil saat terjadi gempa bumi:
- Saat gempa terjadi, hal pertama yang bisa dilakukan adalah meindungi kepala dengan bantal atau helm, atau bisa dengan berdiri di bawah pintu.
- Cari tempat berlindung di bawah meja untuk menghindari benda-benda yang mungkin jatuh seperti pecahan atap, pohon besar atau benda berbahaya lainnya.
- Jika berlari keluar dari rumah, tetap perhatikan hal yang sama, yakni melindungi kepala dari benda-benda yang bisa melukai kepala atau menimpa kita. Segeralah untuk mencari tempat terbuka.
- Hindari berdiri di dekat tiang, pohon, sumber listrik, atau bangunan yang mungkin ambruk.
- Ketahui bagian gedung atau rumah yang memiliki struktur kuat, seperti sudut bangunan, untuk melindungi diri.
- Ikuti petunjuk evakuasi yang diberikan oleh pengelola, penjaga, atau petugas yang berwenang.
- Gunakan tangga darurat untuk keluar dari bangunan. Jika berada dalam lift, tekan semua tombol atau gunakan interkom untuk menghubungi pengelola gedung.
Bencana alam memang visa terjadi kapan saja dan tak dapat dihindari, namun penting untuk tetap tenang agar kita bisa berpikir jernih dan menyelamatkan diri. (mnd/nap)






