Malang (beritajatim.com) – Kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno sisi Sumberawan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dilaporkan meluas hingga wilayah Pasuruan dan Mojokerto. Jalur pendakian ke Gunung Arjuno tutup total.
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura Raden Soerjo Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Ajat Sudrajat, mengatakan, dengan segala upaya pihaknya bersama masyarakat setempat, petugas BPBD dan TNI-Polri melakukan pemadaman api.
“Sudah tiga hari ini kita lakukan pemadaman, segala upaya kita lakukan untuk pemadaman api,” tegas Sudrajat, Selasa (29/8/2023).
Guna meminimalir risiko yang tidak diinginkan, pihaknya menutup seluruh jalur pendakian menuju Gunung Arjuno yang berada di tiga Kabupaten yakni Malang, Pasuruan dan Mojokerto.
“Jalur pendakian kita tutup semua, yakni jalur Tambaksari, Lawang, Tretes dan Sumber Brantas,” bebernya.

Jalur pendakian gunung Arjuno-Welirang melalui Tambaksari, berada di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Jalur Tambaksari biasa disebut pendaki dengan jalur religi. Terdapat beberapa petilasan dan penginggalan-peninggalan kuno yang dapat ditemukan di jalur pendakian Tambaksari.
BACA JUGA:
Hutan Lereng Gunung Arjuno di Singosari Malang Terbakar
Kemudian jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang melalui Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Jalur Lawang merupakan jalur favorit bagi pendaki running. Jalur ini cukup menanjak dengan lintasan alam berupa hamparan kebun teh.
Berikutnya yakni Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Tretes. Jalur ini berada di Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan atau Tretes. Merupakan jalur pendakian yang paling banyak diminati oleh para pendaki.
Terakhir jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang via Sumber Brantas, Kota Batu. Jalur Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, merupakan jalur pendakian dengan track yang paling mudah untuk dilalui. Namun sepanjang jalur tidak ada sumber air dengan track menanjak.
BACA JUGA:
Pemuda Pancasila Malang Pastikan Tak Berafiliasi ke Parpol
Menurut Sudrajat, sejauh ini sudah tidak ada pendaki. “Seluruh pendaki sudah turun. Kita tutup jalur pendakian sejak tanggal 26 Agustus 2023. Dan setiap pos jalur pendakian kita siagakan petugas untuk melakukan pengawasan sekaligus penjagaan,” tuturnya.
Terkait penyebab kebakaran hutan yang diduga dari perburuan liar, Sudrajat menghimbau agar tidak ada perburuan liar yang berdampak terbakarnya hutan.
“Masyarakat yang terutama hobi memburu di dalam hutan itu kan nggak boleh, ada larangannya, apalagi sampai melakukan pembakaran, ada sangsi bagi pembakaran hutan,” Sudrajat menutup. [yog/beq]






