Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik memiliki wisata religi dan kuliner yang sudah dikenal di kalangan masyarakat luas. Selain itu ternyata juga ada batik khas Gresik.
Ada 10 motif batik khas daerah setempat yang dikenalkan ke masyarakat dengan memiliki corak yang berbeda. Batik tersebut menggambarkan berbagai ikon Gresik seperti damar kurung, kubah, hingga Gapura Gresik.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gresik, Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani menuturkan, batik yang dikenalkan masyarakat ini memiliki kekhasan tersendiri. Dimana, motifnya menggambarkan kekayaan budaya, potensi sekaligus kondisi masyarakat Gresik.
“Dengan menampilkan citra tersebut, masyarakat luas bisa mengingat Gresik melalui batiknya,” tuturnya, Senin (28/08/2023).
Ia menambahkan, batik yang dikenalkan ini menjadi tonggak awal Deskranada Gresik memberi dukungan terhadap perkembangan keberlanjutan pengembangan batik tersebut.
“Penambahan berbagai pakem dalam batik Gresik ini adalah upaya untuk mengangkat budaya atau sejarah agar dikenal masyarakat luas,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Ada Pasar Batik dan Museum di Lereng Gunung Ijen
Nurul Haromaini menjelaskan belajar dari tenun khas Wedani yang saat ini sudah mendunia. Dirinya mengaku cukup optimis terhadap batik Gresik. Dengan prinsip 3 B (Beli, Bela, Bagi) yakin batik ini mampu mengikuti kesuksesan tenun wedani.
“Kita harus bangga dengan batik Gresik yang kita miliki, karena ini adalah tanggungjawab dalam melestarikan budaya sekaligus mendukung UMKM Gresik,” ujarnya. [dny/but]






