Surabaya (beritajatim.com) – Aiptinakes Jatim (Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Tenaga Kesehatan Jawa Timur) menggelar Aiptinakes International Conference of Health (AICH 2023), Sabtu (26/8/2023).
Ketua Aiptinakes Jatim Aries Wahyuningsih mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut kerja sama internasional dengan Mahsa University Malaysia. Tujuan utamanya untuk memajukan perguruan tinggi tenaga kesehatan.
Kerjasama itu meliputi sharing pengalaman dan keilmuan pendidikan tenaga kesehatan, bertukar pembicara webinar internasional, kolaborasi riset dan publikasi penelitian internasional secara bersama-sama, hingga pengabdian masyarakat.
“Dari kerjasama internasional ini nantinya bisa diterapkan di semua perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi tenaga kesehatan atau anggota Aiptinakes agar diimplementasikan di dunia pendidikan,” ujar Wahyuningsih.
Selain kerja sama internasional, Aiptinakes Jatim mendorong kepada 37 anggota perguruan tinggi tenaga kesehatan se-Jatim untuk membangun kompetensi yang baik. Sehingga, saat terjun di dunia kerja nanti, semuanya sudah siap untuk memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
BACA JUGA:
Perguruan Tinggi Asing Tertarik Riset Kopi Universitas Jember
“Aiptinakes di dalamnya ada perawat, bidan, analis, farmasi, dan administrasi kesehatan. Harapan kami dengan konferensi kesehatan internasional ini dapat membangun jejaring yang lebih luas, tentunya kita bisa tukar-menukar pengajar maupun mahasiswa dan memiliki pengalaman go internasional,” tuturnya.
Sementara Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jatim Prof Dyah Sawitri menilai Aiptinakes benar-benar mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang saat ini harus ada kerjasama internasional. Sehingga, kreativitas dosen/pengajar bisa dikembangkan lewat konferensi seperti ini.
“Sekarang ini adalah kebutuhan. Kalau dulu tidak eksis dalam internasional. Tapi, sekarang seluruh perguruan tinggi memang harus ada kerja sama internasional yang diimplementasikan hanya MoU saja,” ungkap Prof Dyah.
Prof Dyah menjelaskan, implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kemendikbudristek bisa dilakukan secara internal di kampus. Yakni, dengan belajar di program studi (prodi) berbeda sebanyak tiga semester.
BACA JUGA:
UM Malang Dekatkan Perguruan Tinggi dan Industri
“Kerjasama di luar negeri atau di luar kampus memiliki nilai tambah yang luar biasa, karena di negeri orang dalam belajar berbeda. Selain itu, kekuatan dan peluang baru untuk belajar di dunia kerja berbeda. Sehingga, mengasah keterampilan mereka untk melakukan perubahan terkait dengan konsep-konsep dalam bidang kesehatan,” pungkasnya.
AICH 2023 ini mengangkat tema ‘Strengthening health educational institutions in the implementation of Merdeka Campuses to create a resilient society’. Hadir sejumlah pakar di antaranya dari Malaysia (pakar kesehatan keperawatan), India (pakar kesehatan diabetes melitus), dan Arab Saudi (pakar kesehatan dalam perspektif Islam). [ipl/suf]






