Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 3.174 mahasiswa baru (maba) Untag Surabaya mengikuti PKKMB 2023. Kegiatan itu bakal digelar selama lima hari, mulai tanggal 26-30 Agustus 2023 mendatang.
Ribuan maba tersebut diajak menghitung jejak karbon dan memilah sampah. Ini sesuai tema PKKMB, yang fokus pada pemahaman mahasiswa tentang pola hidup berkelanjutan, terutama di sektor lingkungan.
Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho mengatakan bahwa tahun ini pihaknya mengusung tema ‘Untag Gemilang dan Progresif’, yakni singkatan dari Generasi Berintegritas untuk Lingkungan yang Berkelanjutan dan Progresif.
“Tema ini kami pilih untuk mengajak calon maba mulai memahami pola hidup berkelanjutan dalam berbagai lini, salah satunya dalam sektor lingkungan. Maba akan kita ajak menghitung jejak karbon dan memilah sampah,” jelasnya, Sabtu (26/8/2023).
Prof Nugroho mengatakan, Untag Surabaya memiliki tugas melahirkan mahasiswa yang mampu menciptakan lingkungan ASRI dan layak huni, khususnya untuk tahun 2045 mendatang.
“Tahun itu Indonesia akan memasuki usia 1 abad, yang kita harapkan dapat melahirkan generasi emas. Artinya, kita punya tugas menciptakan lingkungan yang layak untuk generasi mendatang. Itu adalah tanggung jawab moril sebagai manusia,” tuturnya.
Karena itulah, ia menegaskan bahwa kegiatan PKKMB ini memiliki tujuan membimbing calon mahasiswa untuk lebih sadar memperlakukan dan menjaga lingkungan sekitar untuk kehidupan selanjutnya. “Cara paling sederhana seperti pemilahan sampah, menghitung jejak karbon, dan kampanye melalui pembuatan video tentang menjaga lingkungan dengan gaya hidup berkelanjutan,” terangnya.

Sementara Ketua PKKMB 2023 Agung Pujianto menilai kegiatan ini sebagai wadah maba untuk mengenal kampus, agar bisa lebih nyaman dan percaya diri. “Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk terbuka terhadap pengalaman. Jangan malu bertanya jika kurang jelas dan ikuti arahan yang telah dipersiapkan panitia,” paparnya.
Pada pembukaan PKKMB 2023 ini juga dilakukan penandatanganan 4 pakta integritas yakni papan anti kekerasan seksual, anti radikal, anti plagiarisme, dan anti perundungan. Penandatanganan diwakili oleh 7 maba, dengan mengenakan pakaian daerah.
Komitmen tersebut dinilai sangat diperlukan untuk menumbuhan jiwa patriot mahasiswa. Apalagi, Untag Surabaya merupakan Kampus Nasionalis, Kampus Merah Putih. Kampus miniaturnya Indonesia. [ipl/kun]
BACA JUGA: Sepeda Pintar Buatan Mahasiswa Untag Surabaya Bisa Tekan Angka Kecelakaan






