Sidoarjo (beritajatim.com) – Wilayah Sidoarjo, termasuk beberapa daerah lainnya, saat ini tengah menghadapi musim kemarau yang berdampak serius pada lahan pertanian. Petani di berbagai wilayah harus menghadapi kekeringan yang mengancam hasil panen mereka.
Beberapa lahan pertanian di Sidoarjo yang seharusnya sudah siap untuk panen menghadapi masalah kekeringan. Beberapa lahan bahkan sudah mulai berbuah. Salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan adalah Desa Sentul Tanggulangin.
“Koordinasi dengan dinas terkait adalah langkah penting. Selain itu, distribusi air dari hulu ke hilir juga harus diatur. Sangat disayangkan jika tanaman padi sudah mulai berbuah tetapi sistem pengairannya belum ada, sehingga tanahnya retak-retak dan ada risiko gagal panen,” ujar Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi.
Subandi berharap tindakan akan diambil dalam minggu ini untuk mengatasi kekeringan di lahan pertanian, sehingga para petani tidak mengalami kerugian. Wilayah kecamatan lainnya juga akan dinilai. Langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, khususnya bagian Pengairan, serta Dinas Pertanian untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah pertanian yang mengalami kekeringan.
BACA JUGA:
Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Lantik Direktur Administasi dan Keuangan Perumda Delta Tirta
“Misalnya, jika masalahnya terkait dengan debit air di Mlirip yang rendah, kita perlu berkoordinasi untuk meningkatkannya dan mengalirkannya ke lahan pertanian di wilayah Sidoarjo,” jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Eni Rustianingsih, mengungkapkan bahwa total luas lahan pertanian yang sudah ditanam mencapai 15 ribu hektar. Namun, lahan yang mengalami kekeringan di Kecamatan Tanggulangin mencakup 105 hektar. Secara keseluruhan, luas lahan pertanian yang menghadapi kekeringan di Sidoarjo mencapai sekitar 1000 hektar.
BACA JUGA:
Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik: Suhu Mencapai 33 Derajat Celcius
“Lahan yang mengalami kekeringan di Sidoarjo terutama terletak di wilayah tengah, terkait posisi kami yang berada di hilir sungai Brantas. Wilayah seperti Sedati, Buduran, Gedangan, Waru, dan Taman di bagian barat Sidoarjo juga terpengaruh karena dekat dengan sumber air hulu,” paparnya.
Eni Rustianingsih juga menjelaskan bahwa kekeringan ini merupakan dampak dari fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca ekstrem. Dia menjamin bahwa upaya akan dilakukan untuk memastikan lahan pertanian yang terdampak kekeringan mendapatkan pasokan air yang cukup agar produksi panen tidak terganggu. [isa/beq]






