Jember (beritajatim.com) – Juli dan Agustus benar-benar menjadi bulan festival di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Setelah Festival Jazz Tebing, Festival Jember Kota Cerutu Indonesia, dan Jember Fashion Carnaval, giliran Jember Scooter Festival II digelar pada 19-20 Agustus 2023.
Festival ini digelar oleh Vespa Club Indonesia (VCI), Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jember, dan Pemkab Jember, dan dibuka Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Nyoman Sucitrawan. Sekretaris Daerah Hadi Sasmito kemudian memimpin konvoi skuter yang diikuti 250 orang, dari depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember di Jalan Sudarman hingga Stadion Jember Sport Garden di Kecamatan Ajung yang berjarak sekitar tujuh kilometer.
“Kegiatan ini masuk dalam agenda kegiatan Kabupaten Jember pada Agustus hingga September. Tentunya Pemkab Jember berkomitmen selalu mendukung kegiatan para scooterist,” kata Hadi, Sabtu (19/8/2023).
Ketua Panitia Novian Tri Cahyanto memperkirakan, festival itu bisa menyedot perhatian seribu orang pengguna skuter dari sejumlah daerah di Jawa Timur. “Kami juga akan mengadakan lomba slow ride, balapan tapi pelan-pelanan. Hadiahnya menarik,” katanya.
Festival tahun ini untuk membangun silaturahim antarsesama penggemar skuter dan menggerakkan perekonomian. “Festival ini bisa menggerakkan teman-teman skuter untuk berkontribusi membangun ekonomi masyarakat juga, karena kami juga menggandeng pelaku usaha mikro kecil menengah,” kata Novian.

Kerja sama dengan UMKM ini yang membuat Pemkab Jember semakin mendukung festival tersebut. “Arahan Pak Bupati, kami mendukung kegiatan apapun yang berkolaborasi dengan stakeholder terutama UMKM. Kita ingin sukses penyelenggaraan dan ekonomi. Ke depan jadi tantangan panitia untuk mengolaborasi semua potensi di Jember untuk menggerakkan festival skuter yang lebih meriah,” kata Hadi.
Hadi menyebut festival ini tidak hanya diperuntukkan warga Jember, tapi juga masyarakat Jawa Timur. Ia memuji animo peserta yang luar biasa. “Mudah-mudahan kolaborasi skuteris dan pemkab lebih bisa diwujudkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Hadi berharap skuter yang ikut serta dalam festival tersebut benar-benar memenuhi standar, terutama standar keselamatan. “Safety reading harus diperhatikan. Kesiapan teknis lebih diuji lagi. Ini untuk memitigasi risiko-risiko di jalan raya,” katanya. [wir]






