Jember (beritajatim.com) – Dari 1.723 kelompok tani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, hanya ada 83 kelompok yang membuat dan memakai pupuk organik. Padahal Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember sudah melakukan pelatihan.
“Kami sudah melatih 400 kelompok tani. Namun yang membuat pupuk organik 83 kelompok tani. Produknya kurang lebih 183 jenis pupuk organik dan agensi hayati,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember Imam Sudarmadji.
Imam menyadari tak mudah untuk membuat petani tertarik menggunakan pupuk organik setelah bertahun-tahun nyaman dengan penggunaan pupuk kimia. “Memang perlu sosialisasi terus, bahwa pertanian organik ini yang kita galakkan, karena kondisi tanah di Jember sudah rusak. Rata-rata unsur haranya dua persen. Padahal normalnya lima persen. Kita harus mengembalikan kesuburan tanah dalam dua atau tiga tahun,” katanya.
Imam sudah mendata kelompok tani yang siap menggunakan pupuk organik. “Di Jember sudah kami klaster, sesuai pemetaan yang kami lakukan. Yang siap adalah kelompok tani di daerah Kecamatan Umbulsari, Ajung, Ambulu, Gumukmas, dan Kencong,” jelasnya.
Menurut Imam, sebagian besar belum siap. “Kemarin waktu kami latih membuat pupuk organik., yang menggunakan hanya ketua kelompoknya,” katanya. Padahal, Pemerintah Kabupaten Jember siap memberikan bantuan jika produksi padi yang dipanen tidak sesuai dengan harapan.
Padahal, lanjut Imam, ada peningkat produksi padi pada lahan yang menggunakan pupuk organik. “Kemarin di Kencong, ada petani yang sudah dua tiga tahun menggunakan pupuk organik, hasilnya 8-10 ton padi per hektare. Ini murni organik,” katanya.
Imam berharap kelompok tani yang sudah mau dan berhasil memakai pupuk organik bisa memberikan masukan untuk pabrik pupuk milik Pemerintah Kabupaten Jember yang dibangun tahun ini. Rencananya, bahan pupuk organik yang diproduksi pabrik tersebut berasal dari kotoran hewan. “Kita siapkan dan kita ambil kotoran hewannya. Mikroenzimnya juga bisa dibuat petani. Itu yang kami ambil dari petani,” katanya.
Pemkab Jember saat ini tengah membangun pabrik pupuk organik senilai Rp 4,2 miliar di atas lahan seluas 7.3 hektare. Pembangunan pabrik itu diperkirakan memakan waktu lima bulan dan selesai pada November 2023. “Harapan kami bisa langsung launching dan beroperasi. Kapasitas produksinya 8 ton per jam. Jadi sehari bisa 80 ton,” kata Imam.
Namun produksi pupuk organik itu tidak bisa langsung dijual dan hanya dibagikan gratis kepada petani selama dua tahun. “Selama belum terdaftar tidak bisa dijual,” kata Imam.
Bupati Hendy Siswanto menghendaki pabrik pupuk organik milik pemerintah daerah harus berdiri tahun ini sebagai bagian dari program kemandirian pangan. “Mudah-mudahan selesai, dan pupuknya juga kalau bisa berproduksi tahun ini sekalian kita uji coba. Mudah-mudahan bisa langsung berhasil, karena pupuk organik harus terus dicoba sesuai dengan kondisi tanah masing-masing,” kata Hendy, Jumat (18/8/2023). [wir]






