Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan membangun pabrik pupuk organik dengan anggaran kurang lebih Rp 5 miliar di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, pada 2023. Ini bagian dari penguatan penggunaan pupuk organik di kalangan petani.
Anggaran Rp 5 miliar itu terbagi dua: Rp 4 miliar untuk pembangunan gedung dan Rp 1 miliar untuk pengadaan alat dan mesin. “Kami sudah siapkan. Mudah-mudahan pada awal 2023 sudah bisa start pembangunannya,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember Imam Sudarmaji, ditulis Kamis (29/9/2022).
Pabrik dibangun di satu lokasi dulu. “Kalau pupuk organik betul-betul bisa dirasakan manfaatnya dan kebutuhan kurang, mungkin bisa ditingkatkan. Harapan kami itu sebagai awal. Harapannya di masing-masing kecamatan bisa berdiri pabrik-pabrik sesuai kondisi dan pupuk yang sudah dihasilkan petani,” kata Imam.
Bahan baku produksi pupuk organik pabrik tersebut berasal dari para petani. “Kapasitas produksi belum bisa kami pastikan, karena penggunaan pupuk organik ini harus mengubah mind set petani juga. Jadi kalau kapasitas produksi tinggi tapi tidak diaplikasikan? Jadi tahun ini kelompok-kelompok tani sudah kami latih sekolah lapang pembuatan pupuk organik,” kata Imam.
Kendati sudah dilatih, menurut Imam, petani masih ragu-ragu. Dinas Tanaman Pangan sering melakukan demplot penggunaan pupuk organik sebagai bagian dari sosialisasi. “Pupuk organik yang dibuat petani dicoba sendiri, diketahui sendiri, harapannya ada getok tular soal manfaatnya. Sekolah lapang kami gencarkan dulu,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pertanian-jember”]
Dinas Tanaman Pangan mengajak petani mengujicoba tanah lahan pertanian masing-masing. “Hasil kajian secara keseluruhan unsur hara pertanian Jember di bawah dua persen. Normalnya lima persen. Ini mau mengembalikan ke lima persen kalau tidak dimulai dari sekarang, mungkin untuk generasi berikutnya tambah berat lagi,” kata Imam.
Pengembalian unsur hara tanah dengan menggunakan pupuk organik cair lebih cepat dibandingkan granul. “Tapi sebetulnya dua tahun berikutnya bisa dirasakan. Kami akan buat pupuk organik cair dan granul. Kemarin agensi hayati sudah kami latih semua,” kata Imam.
Ada 1.723 kelompok tani di Jember. Namun Imam belum bisa memastikan ada berapa kelompok tani yang sudah mulai intensif menggunakan pupuk organik. Sebagian sudah mulai mengombinasikan pupuk organik dan kimia. “Ternyata dipadukan 50-50, hasilnya meningkat. Biasanya dia menghasilkan kurang lebih 6 ton per hektare, tapi ternyata dari hasil demoplot meningkat menjadi 8 ton per hektare. Ada juga petani yang mencoba (kombinasi pupuk kimia dan) pupuk organik di tembakau kasturi, dalam usia pertumbuhan 20 hari sudah berbeda dengan penggunaan pupuk kimia (murni). Tembakaunya lebih lebar dan tebal,” katanya. [wir/suf]






