Ponorogo (beritajatim.com) – Nama Jian Ayune Sundul Langit, anak sulung dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, baru-baru ini menjadi viral media sosial. Nama tersebut mencuri perhatian masyarakat karena dianggap unik, terutama oleh mereka yang memiliki pemahaman terhadap bahasa Jawa.
Namun, sedikit yang tahu bahwa sebenarnya nama Ayune Sundul Langit memiliki inspirasi dari Putri Kediri. Susilowati Sugiri Sancoko, istri Bupati Ponorogo, mengungkapkan bahwa kata “Sundul Langit” terinspirasi dari sosok Putri Raja Kediri, Dewi Songgolangit.
Dewi Songgolangit merupakan putri mahkota dari Kerajaan Kediri yang memiliki kecantikan yang memukau, akhlak yang luhur, dan sifat yang lemah lembut. Daya tariknya membuat para pangeran dan bangsawan terpikat olehnya.
Baca Juga: Kenang Jasa Pahlawan, ACT Tabur Bunga di TMP Sidoarjo
Salah satu pangeran yang terpikat untuk mempersunting Dewi Songgolangit adalah Prabu Klono Sewandono, seorang pangeran dari Kerajaan Bantarangin, yang terletak dekat dengan wilayah Ponorogo. Putri Kerajaan Kediri ini meminta Prabu Klono Sewandono untuk melakukan pertunjukan yang belum pernah ada sebelumnya sebagai syarat untuk melamar. Pertunjukan inilah yang kini dikenal sebagai Reog Ponorogo.
“Kalau digabung semua, artinya anak kita cantik tidak hanya di wajah saja, tetapi juga cantik perilakunya,” ungkap Susilowati Sugiri Sancoko, ibu dari Jian Ayune Sundul Langit dan juga Ketua Tim Penggerak PKK Ponorogo.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menambahkan bahwa pemberian nama pemberian nama anaknya sulungnya itu karena dia dan istrinya tidak bisa bersastra. Sehingga tercetuslah nama tersebut yang tampak apa adanya. Meskipun sederhana, namun setiap nama tetap memiliki makna yang mendalam.
Baca Juga: Pangdam V Brawijaya Beri Arahan Satgas Yonarhanud 8/MBC Sidoarjo
“Nama anak-anak saya sederhana, tetapi tetap memiliki makna,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Ponorogo itu menceritakan pemilihan nama anak-anak mereka.
Mereka berharap, bagaimana nama ini tidak hanya menggambarkan kecantikan fisik semata, tetapi juga mencerminkan kecantikan perilaku dan moral.
Tidak hanya anak sulungnya saja yang diberi nama unik dengan makna mendalam. Anak-anak lainnya dari pasangan Sugiri Sancoko dan Susilowati juga mendapatkan nama yang penuh arti.
Anak kedua mereka diberi nama Lintang Panuntun Kolbu. Bupati Sugiri menjelaskan bahwa meskipun “Lintang” berarti kecil, namun dapat menjadi petunjuk bagi mereka yang berada di lautan. Nama ini diharapkan bisa menjadi cahaya bagi banyak orang.
Baca Juga: Usai Kalahkan Kota Batu, Kota Blitar Bersiap Tundukkan Kabupaten Pasuruan
“Anak nomor 2 namanya Lintang Panuntun Kolbu. Ya artinya Lintang itu kecil, tetapi siapa tahu itu bisa cahaya yang bisa menerangi kalbu banyak orang,” ujar Bupati Sugiri Sancoko.
Sementara untuk anak ketiganya, Bupati Sugiri Sancoko memberikan nama “Gibran Cahyaning Pengeran.” Nama ini terinspirasi dari kesukaannya terhadap karya-karya Kahlil Gibran saat ia masih muda. “Cahyaning Pengeran” dipilih sebagai ungkapan dari Cahaya Tuhan. (red/ian)






